Pabrik Gula Merah Terbakar, Ratusan Juta Melayang

Petugas PBK Kab Malang berupaya memadamkan api dalam kebakaran industri pembuatan gula merah di Gondanglegi.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Pabrik gula merah rumahan milik Didik Prasetyo (39), warga Desa Wates, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terbakar, Sabtu (29/06/2019) petang, sekitar pukul 15.00 WIB. Akibatnya, korban menderita kerugian ratusan juta rupiah.

 

Petugas PBK Kab Malang berupaya memadamkan api dalam kebakaran industri pembuatan gula merah di Gondanglegi.

“KEJADIANNYA sore, pukul 15.00 WIB. Begitu ada laporan, kami langsung meluncur ke lokasi kebakaran. Upaya pemadaman selesai pukul 22.00 WIB, karena kami harus melakukan upaya pendinginan,”jelas Kepala seksi (Kasi) Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Kabupaten Malang, Agus Suyanto, Minggu (30/06/2019).

Kebakaran yang menimpa pabrik gula mera di Gondanglegi.

Dia memastikan, meski kebakaran nyaris menghanguskan home industri milik Didik, namun tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. “Korban jiwa maupun luka nihil. Para pegawai,  begitu mengetahui kebakaran,  bisa langsung menyelamatkan diri. Namun  kerugian material diperkirakan mencapai Rp 150 juth,” katanya.

Penyebab kebakaran,  menurut Ambon —panggilan akrab Agus Suyanto—   saat sedang memasak gula merah, api di dalam tungku membesar dan tidak terkendali. “Saat itu sedang dilakukan proses produksi. Saat memasak, api dalam tungku membesar dan menyambar limbah bekas perasan tebu yang sudah mengering,”jelas Agus.

Tak ayal,  begitu menyambar limbah tebu kering, api langsung berkobar. Banyaknya limbah tebu yang menumpuk menyulitkan petugas PBK untuk melakukan upaya pemadaman.
“Banyak sekali tumpukan limbah tebu. Di atas,  apinya padam. Tapi  di bawah,  masih membara. Kami harus menurunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dibantu satu mobil damkar dari Pindad,  Turen. Total ada empat unit mobil damkar yang dikerahkan,”pungkasnya.  (diy)