TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH, MH, bersama peserta Diklat Pemulasaran Jenazah di Unisma.

NU – UNISMA Gelar Diklat Pemulasaran Jenazah

MALANG,  TABLOIDJAWATIMUR.COM – Petugas perawat jenazah rata-rata didominasi orang tua. Kalangan muda sudah jarang. Padahal butuh regenerasi agar ada yang melanjutkan. Karenanya, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlotul Ulama PCNU Kabupaten Malang bekersama dengan Lembaga Pengkajian Islam dan Keaswajaan Universitas Islam Malang (UNISMA) menggelar Diklat Pemulasaran Jenazah, Rabu (07/04/2021) pagi di kampus setempat.

 

Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH, MH, bersama Ketua PCNU Kabupaten Malang, dr. H. Umar Usman, MM, Ketua LKKNU Kabupaten Malang, Shirajat Tamam, serta Wakil Rektor UNISMA 2 Bidang Umum dan Keuangan, Noor Shodiq Askandar, SE,MM.

 

KEGIATAN yang dibuka Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH, MH,  ini dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Malang,  dr. H. Umar Usman, MM, Ketua LKKNU Kabupaten  Malang, Shirajat Tamam, serta Wakil Rektor UNISMA 2 Bidang Umum dan Keuangan,  Noor Shodiq Askandar, SE,MM.

Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH, MH, bersama peserta Diklat Pemulasaran Jenazah di Unisma.

Kepada para peserta, Wakil Bupati Malang  menjelaskan,  hukum merawat jenazah adalah fardu kifayah. Hal ini  membuat orang jarang sekali  bisa melakukan perawatan jenazah. Kalaupun ada, kebanyakan sudah berusia lanjut. “Karena itu sangat penting memberikan pelatihan, membekali para pemuda dengan pengetahuan perawatan jenazah, ” katanya.

Wabup menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut berkontribusi dalam diklat ini. Karena selain sebagai ajang silaturahmi, juga menjadi media untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan kualitas SDM bagi para peserta. “Saat ini, dunia sedang dilanda COVID-19. Sebelum mendapatkan vaksin, kita harus antisipasi. Dalam jangka pendek, sebagai pimpinan daerah, harus mempersiapkan vaksin agar bisa terdistribusi kepada masyarakat, khususnya yang aktif atau lembaga sosia seperti hari ini,” katanya.

Diklat Pemulasaran Jenazah ini diisi dua pametari, dr. H.R.Muhammad Hardadi Airlangga,Sp.Pd, mengenai pemulasaran jenazah secara medis, serta praktik pemulasaran oleh Drs. H. Ali Ashari,M.Pd. (div/mat)