Nikmatilah Kesejukan Air Terjun Coba Jahe

Air terjun Coban Jahe, di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang sejuk dan segar.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Air terjun Coban Jahe di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur memang belum setenar Coban Rondo di Pujon. Tapi keindahan dan kesejukan alamnya, tak kalah dengan Coban Rondo yang memang sudah melegenda. Bahkan, di Coban Jahe, wisatawan dapat menikmati 6 air terjun sekaligus, penangkaran rusa, dan ular phyton.   

 

 

Wisatawan boleh mandi sepuasnya di air terjun Coban Jahe, Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

TIDAK TERLALU SULIT untuk mencapai air terjun Coban Jahe. Wisatawan yang berasal dari arah Surabaya, dapat menempuh jalanan terabasan melalui jalan pedesaan yang sudah  dihotmix dan lebar, sehingga ketika berpapasan dengan kendaraan besar tetap bisa berjalan normal. Dari pertigaan BCA Singosari, ambil jalur kiri,  tembus ke Desa Dengkol, terus ke Kecamatan Jabung dengan jarak tempuh kurang lebih 10 Km.

Vila Pohon yang disewakan bagi wisatawan di kawasan air terjun Coban Jahe, Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dari pusat pemerintahan

Hadi, Ketua Pengelola air terjun Coban Jahe.

Kecamatan Jabung, wisatawan bisa lewat Desa Kemantren, lalu terus ke Desa Pandansari Lor, kemudian angsung ke air terjun Coban Jahe dengan jarak tempuh hanya sekitar 7 Km. Kondisi jalan sangat bagus. Bahkan kita bisa menikmati pemandangan alam pedesaan yang sejuk dan asri, yang di kanan kirinya banyak ditanami padi, jagung, tomat dan sebagainya.

Hanya saja, karena belum banyak penunjuk arah untuk menuju Coban jahe, sehingga wisatawan harus ngalahi untuk bertanya kepada penduduk atau petani setempat agar tidak salah jalan. Mengingat di daerah ini banyak jalan bercabang.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit dari jalan raya Singosari, pengunjung sudah sampai ke pintu gerbang menuju Coban Jahe di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Salah satu jalan di air terjun Coban Jahe, Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang sudah ditingkatkan.

Nah, ketika sampai di jalan masuk ini, bagi wisatawan yang membawa mobil harus sabar, karena jalan tidak terlalu lebar, hanya sekitar 4 meter, sehingga ketika simpangan dengan mobil lain, agak sulit.  Selain itu, ada jalan sekitar 1.200 meter yang masih berupa jalan tanah dan bergelombang, sehingga harus waspada dan hati-hati. Sedangkan bagi pengendara sepeda motor, akan dengan mudah melewati jalanan ini.

Namun, ketika sampai di Coban Jahe, rasa lelah akan terbayar tuntas. Sebab, di air terjun ini, wisatawan dapat menikmati sejuknya hawa pegunungan. Rindangnya pepohonan serta dinginnya air terjun yang mengalir di kolam  yang terbuat alami.  Air yang bening, sejuk,  dan segar, membuat rasa lelah selama perjalanan akan terbayar lunas.

Apalagi di tempat wisata yang berada di kawasan Perhutani ini, pengunjung juga bisa menginap,  karena oleh LKDPH (Lembaga Kemitraan Desa Pengelola Hutan) yang mengelola Coban Jahe, sudah disiapkan vila pohon.  “Kami siapkan vila pohon yang bisa dipakai untuk rapat, seminar dan bermalam di sini,” kata Ketua Pengelola Coban Jahe, Hadi, beberapa waktu lalu.

Wisata apa saja yang bisa dinikmati pengunjung di Coban Jahe? “Banyak. Di sini ada beberapa air terjun. Di antaranya, air terjun Coban Jahe ketinggian 57 meter, Coban Sari tinggi 50 meter, Coban Watu Bolong tinggi 60 meter, Coban Tangkil 75 meter, Coban Tarzan 45 meter, dan Coban Tempursari. Tidak hanya itu. Di sini juga ada Pertapaan Indrokilo,  Istana Watu Tumpuk, penangkaran rusa,  dan ular phyton, ” kata Hadi.

Menurut Hadi, semua spot wisata itu berada dalam satu kawasan di bawah naungan air terjun Coban Jahe. “Jadi, hanya dengan membayar tiket masuk Rp 10.000 per orang, setiap wisatawan sudah dapat menikmati semua tempat wisata itu. Di sini, kami juga menyediakan minuman khas Coban Jahe, yakni kopi jahe, wedang jahe dan sebagainya yang semuanya serba dari jahe,” terangnya.

Sejak dibuka lima tahun lalu, jumlah kunjungan cukup banyak. Menurut Hadi, pada hari libur, jumlah wisatawan yang datang bisa mencapai 700 orang per hari. Sedangkan pada hari-hari biasa, sekitar 100 orang. “Dari sisi destinasi wisata, tempat ini sangat menjual, terbukti banyak wisatawan yang datang. Yang jadi kendala hanya jalan yang belum diperbaiki seluruhnya,” katanya.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabudayaan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rofik pun mengakui kurang layaknya jalan masuk ke  Coban Jahe ini. Menurutnya, jalan masuk memang harus ditingkatkan, baik dicor atau dihotmix. Selain itu juga harus dilebarkan, sehingga kendaraan dengan mudah keluar masuk lokasi wisata. (mat)