Ngadas Jadi Desa Percontohan Literasi Keuangan

*Reporter : jull dian

Gerbang Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Mempunyai tingkat kesejahteraan warga yang tinggi,  membuat Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur  menjadi desa literasi keuangan yang ditetapkan Lembaga KEIN (Komite Ekonomi dan Industri Nasional).

 

Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna.

Hal ini disampaikan Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna, di Pendopo Kabupaten Malang di Kepanjen, Senin (23/4/2018). Menurutnya, KEIN telah melakukan hasil kajian keuangan di Desa Ngadas. “Hasil dari kajian tersebut, KEIN menjadikan Desa Ngadas sebagai Desa Literasi Keuangan untuk menuju ke Desa Mandiri,” terang Rendra Kresna.

Dari analisa yang dilakukan KEIN, ada pertimbangan mengapa Desa Ngadas dijadikan desa percontohan literasi keuangan, yakni dari penguatan perekonomian masyarakat. Menurut bupati, mayoritas masyarakat Ngadasi  adalah petani. Namun, di samping mengolah hasil pertanian, banyak masyarakat yang melakukan usaha sampingan yang bisa menambah pendatapan keluarga, seperti mendirikan home stay dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Di Ngadas kan banyak warga yang membuat homestay, UMKM seperti industri jamu. Kegiatan seperti ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. Ini yang kemudian menjadi bahan kajian KEIN sehingga akhirnya menetapkan Desa Ngadas sebagai desa literasi keuangan,”jelas bupati.

Dengan ditetapkanya Desa Ngadas sebagai desa literasi keuangan, Bupati Malang meminta kepada pihak perbankan  agar mempermudah penyaluran kredit dengan bunga rendah. Hal ini bertujuan untuk semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Kami juga meminta kepada OJK (Otoritas Jasa Keuangan-red) untuk mengawasi bank, baik milik pemerintah maupun swasta, agar memberikan kredit tanpa agunan yang nilainya tidak lebih dari Rp 25 juta,” ungkap Rendra.

Selain itu, lanjut Rendra, Pemerintah Kabupaten  Malang sedang mengusulkan dua kegiatan yang terkait program nasional,  meliputi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari dan Kawasan Bromo Tengger Semeru (K-BTS) yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Untuk merealisasikan KEK Singosari dan K-BTS, tentunya terus melakukan loby kepada pemerintah pusat, agar secepatnya terealisasi,” ujarnya.

Untuk itu, tambah Rendra Kresna, Pemerintah Kabupaten Malang sudah mengajukan sejumlah usulan kepada pemerintah pusat guna mendukung KEK dan K-BTS. Aantara lain, pengembangan Bandara Abdurachman Saleh Malang agar menjadi bandara internasional. Selain itu, Pemkab juga menyiapkan lahan seluas 160 hektar di wisata religi Gunung Kawi, Kecamatan Wonosari dan 200 hektar di Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang.   (*)