Nelayan Sendangbiru Diajari Buat Baterai Dari Tulang Ikan

Nelayan Sendangbiru

Potensi ikan di Pantai Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur sangat besar. Bahkan, tuna dari sini dikenal yang terbaik se Indonesia dan diekspor. Sebagian dikonsumsi sendiri. Bahkan, ada yang dibuang. Padahal, limbah tulang ikan dapat berfungsi sebagai elektrolit dan menyimpan tenaga listrik dalam bentuk ion, sehingga dapat dimanfaatkan para nelayan.

Eka Maulana, ST.,M.Eng, penggagas pelatihan “Edupreneur Piranti Elekronik Berbasis Solar Cell” Sabtu (16/4/2015) di Balai Dusun Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang kepada 25 Pokdarwis mengatakan, dari sebuah penelitian, limbah tulang ikan dapat berfungsi sebagai elektrolit dan menyimpan tenaga listrik dalam bentuk ion.
“Ini tentu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat nelayan yang bisa difungsikan sebagai bahan bakar. Hasil penelitan Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (JTE FT-UB) dikenalkan kepada anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, kemarin,” katanya.
Selama ini, limbah ikan di Sumbermanjing Wetan masih dibuang. “Padahal bisa digunakan untuk baterai. Sudah diujicoba dan menghasilkan tegangan 1,4 V. Dari segi tegangan dan arus masih perlu diteliti,” kata Eka Maulana.
Selain pelatihan pembuatan baterai dari tulang ikan, peserta juga dibekali kemampuan merakit panel surya, pelatihan manajemen menuju desa wisata mandiri, teknik sablon dan merchandise, serta pelatihan industri kreatif dan digital marketing
Menuut dosen Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya ini, selama ini kawasan pesisir kurang diperhatikan. Padahal sebagai negara maritim, potensi nelayan sangat tinggi. Potensi bisa berupa desa wisata, produk kreatif atau industri perikanan.
“Dari kajian tim, potensi yang sangat menonjol dari Dusun Sendangbiru, Desa Tambakrejo adalah desa wisata. Terdapat 10 pantai yang berpotensi dan belum banyak diketahui masyarakat. Kondisi pantai masih sangat alami dan bersih. Jaringan listrik juga belum masuk ke daerah tersebut. Pantai-pantai tersebut di antaranya Pantai Sendiki, Clungup, Gatra, Bangsong, Asmoro, Sapana, Mini, Batu Pecah, Bukit Wareng dan Tiga Warna.Melihat potensi pantai yang bisa disinari matahari hingga 11 jam, maka kami berupaya mengembangkan solar cell di sana,” terangnya.
Tim berharap, panel surya dapat digunakan sebagai penerangan pesisir pantai, penerangan rumah pohon, penerangan kedai / warung warga, penerangan pos pantau, penerangan perahu nelayan, hingga dapat digunakan sebagai penggerak perahu listrik tenaga surya.
Sementara itu, salah satu warga pengelola Pantai Sendiki, Petra Prasojo mengatakan, dibutuhkan transfer teknologi untuk pengembangan kawasan wisata pantai dengan konsep pemanfaatan sumber energi tenaga surya.*