Naik Kapal Pesiar ke Pulau Lembongan

Sekali lagi, Bali memang bukan hanya Kuta dan Sanur. Tapi masih banyak obyek wisata lain. Boleh dibilang, setiap jengkal tanah di “Bumi Para Dewa” ini selalu mengundang decak kagum para pendatang karena keelokan pemandangannya. Salah satunya adalah Pulau Lembongan yang berada di Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Berikut catatan perjalanan awak Tabloid Jawa Timur bersama rombongan wisatawan dari Malang, beberapa waktu lalu.

Kapal pesiar Bounty Cruises yang membawa pelancong dari Pelabuhan Benoa ke Pulau Lembongan.

Untuk mencapai Pulau Lembongan, para wisatawan harus naik kapal pesiar dari pelabuhan Benoa, Bali. Banyak kapal pesiar di dermaga ini yang siap melayani wisatawan. Salah satunya adalah Bounty Cruises yang berkantor di Jl. Wisata Tirta No. 1 Pesanggrahan, Denpasar, Bali (0361) 726666.

Dalam kondisi normal, waktu yang dibutuhkan sekitar 1,5 jam. Menurut M. Yusuf, pemilik Tour and Travel Fatonah dari Malang, biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 900.000 per orang. “Tapi saya bisa dapatkan Rp 600.000 per orang, karena saya langsung ke perusahaannya,” katanya.

Menurut Made, seorang guide dari Bali, dengan biaya sebesar itu, para wisatawan dapat sejumlah fasilitas. Di antaranya, makan dan minum dengan sistem prasmanan siang hari. Selain itu mereka juga dapat snack. “Makan siang jam 12.00 WITA di kapal,” ujarnya.

Untuk menuju Pulau Lembongan, pengelola kapal pesiar juga sudah menyediakan boat. Satu kali angkut, boat bermesin dua ini mampu mengusung sekitar 40 penumpang. “Nanti, jam 12.00 siang, para wisatawan akan kami jemput lagi untuk kembali ke kapal guna makan siang. Setelah makan siang, kami siap mengantar lagi para wisatawan ke Pulau Lembongan lagi sampai pukul 15.00 WITA,” kata Daniel, salah satu awak boat yang mengantar penumpang dari kapal pesiar ke Lembongan.

Selain itu disediakan juga Banana Bout, Snorkeling di kedalaman 44 meter dan sebagainya.
Ya, selama hampir 8 jam, para wisatawan dapat menikmati peman-dangan alam di pulau ini. Setelah turun dari boat dan mendarat di pantai yang berpasir putih, wisatawan diajak keliling pulau naik mobil pick up.

Bagi wisatawan asal Indonesia, seperti Malang, naik pick up bukanlah hal yang istimewa. Apalagi kalau hanya mengelilingi desa yang nyaris sama dengan desa-desa lain di tanah air. Tapi bagi wisatawan asing yang rata-rata dari daratan Cina dan Australia, kegiatan semacam ini sungguh luar biasa.

Namun setelah tiba di titik-titik kunjungan wisata, barulah ada perbedaan. Ternyata, potensi wisata alam di Bali memang luar biasa. Satu desa saja (Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida) punya beberapa titik destinasi wisata yang indah, seperti Pantai Tamarin, Pantai Mas. Perahu-perahu nelayan, berhamparan di tepi lautan yang tenang. Potensi laut, seperti rumput laut menjadi pelengkap betapa indahnya Pulau Lembongan.*