Museum Budaya Kabupaten Malang Dilaunching 2019

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Untuk mewujudkan museum budaya yang representatif di Kabupaten Malang, jajaran Pemkab Malang, melalui Badan Perencana Pembangunan Kabupaten Malang, berusaha untuk memulangkan kembali artefak atau barang peninggalan kerajaan Singhasari yang ada di luar negeri, hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, Senin (12/11/2018).

 

 

Kepala Badan Perencana Pembangunan Kabupaten Malang, Tomie Herawanto.

SEBELUMNYA Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko, menilai, sebagai daerah yang sarat dengan nilai sejarah dari mulai jaman kerajaan sampai pergerakan nasional dan perjuangan kemerdekaan, Kabupaten Malang sudah selayaknya memiliki sebuah museum budaya yang representatif. “Kabupaten Malang selalu ada di pusaran sejarah bangsa ini, mulai jaman kerajaan, lahirnya Kerajaan Singhasari di Malang, jaman pergerakan nasional, sampai perjuangan revolusi kemerdekaan, Malang selalu ada rentang waktu sejarah Indonesia. Sudah saatnya kita mempunyai museum budaya dan sejarah, yang benar-benar bisa menceritakan Malang di masa lalu,” tutur Hari Sasongko.

Pria yang juga merupakan penggiat budaya ini melihat pentingnya sebuah museum, agar para generasi muda saat ini tidak tercerabut dari akar identitas budaya. “Jangan sampai anak muda sekarang kehilangan karakter, karena tidak paham budaya kita sendiri, inilah pentingnya sebuah museum, kita bisa belajar dari sana untuk memahami kebudayaan dan masa lalu kita, sebagai kaca benggala, seperti itu,”papar Ketua DPRD Kabupaten Malang.

Wacana agar Kabupaten Malang mempunyai museum budaya sebagai media pelestarian budaya dan sarana edukasi, disambut baik oleh Pemkab Malang. “Kalau untuk keberadaan museum, kita sudah ada, yang ada di Kecamatan Singosari, tapi memang belum maksimal, karena isinya yang belum ada,” jelas Kepala Bappeda Kabupaten Malang.

Pemkab pun kemudian berniat untuk memulangkan kembali sejumlah artefak maupun barang peninggalan budaya dari Kerajaan Singhasari yang ada di luar negeri. “Dari kunjungan kita ke Leiden, Belanda beberapa waktu lalu, memang disana ada barang-barang peninggalan Kerajaan Singhasari, seperti arca Kendedes, pihak sana (Museum Leiden-red) sambutannya juga baik, artinya ada kemungkinan kita bisa membawa ke Malang, artefak itu,”ungkap Tomie.

Namun upaya Pemkab Malang untuk memboyong barang peninggalan Kerajaan Singhasari, tidak semulus yang dibayangkan, karena kewenangan tersebut ada di Pemerintah Pusat. “Kita sudah berkirim surat ke Pusat, berdasarkan kunjungan kita ke Belanda, kami berharap, teman-teman di Pusat bisa segera menindak lanjuti, agar proses ini segera bisa dilakukan, ini kan merupakan aset nasional,”kata Kepala Bappeda Kabupaten Malang.

Pihak Pemkab mentargetkan pada tahun 2019, keberadaan museum budaya dan sejarah sebagai kebanggaan warga Kabupaten Malang bisa terealisasi. “Target kita tahun depan, kalau bisa nanti berbarengan dengan launching KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Singosari,” pungkas Tomie Herawanto. (diy)