Modifikasi Permainan Tradisional

Mahasiswa UM Ajak Murid SD Pakisjajar Terapkan Pola Hidup Aktif

 

Foto bersama Bapak ibu guru, siswa sisiwi dan mahasiswa KKN.

 

Pelatihan menggunakan modifikasi Bakiak.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi  saat ini membuat tingginya penggunaan smartphone pada anak sekolah dasar (SD) di Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

MENURUT Yudis, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, anak yang seharusnya lebih aktif bergerak, bermain dengan teman-teman  sebaya, cenderung lebih berdiam diri dan asik dengan smartphone.

“Padahal, pola hidup anak sekolah dasar yang cenderung lebih diam, mengakibatkan terjadinya penurunan psikomotorik anak serta dapat mengganggu pertumbuhan anak,” kata Yidis.

Peserta terbaik pelatihan.

Dia menambahkan, permasalahan yang terjadi di Desa Pakisjajar tersebut, memunculkan ide kreatif mahasiswa Universitas Malang (UM) untuk mengajak anak- anak desa tersebut menerapkan pola hidup aktif dengan bermain yang memanfaatkan kearifan local,  budaya bangsa Indonesia.

“Salah satu kearifan lokal  adalah permainan tradisional. Dengan permainan tradisional yang dimodifikasi membuat anak-anak cenderung lebih bergerak aktif. Selain itu, keunggulan dari modifikasi permainan tradisional ini dapat meningkatkan tingkat sosial  anak dengan teman sebayanya,” jelasnya.

Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa ini mengadakan pelatihan pengembangan psikomotorik anak sekolah dasar menggunakan modifikasi permainan tradisional. Kegiatan ini dilaksanakan  pada Sabtu – Selasa,  2 – 5 Juni 2018.

Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 1 Pakisjajar, dan diikuti siswa siswi kelas 3, 4, dan 5. Siswa- siswi awalnya dikenalkan dengan beberapa permainan tradisional dan bagaimana cara bermainnya. Selanjutnya diadakan pelatihan menggunakan sistem pertandingan sehingga membuat pelatihan lebih seru dan menarik.

Menurut Yudis, antusiasme siswa siswi SDN 1 Pakisjajar begitu luar biasa dengan adanya pelatihan pengembangan motorik anak sekolah dasar  menggunakkan modifikasi permainan tradisional. Para peserta merasa senang dan mulai menyukai permainan tradisional.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan yang diberikan oleh  mahasiswa KKN UM. Karena dengan pelatihan ini dapat menambah wawasan siswa siswi SDN 1 Pakisjajar tentang permainan tradisional yang mulai dilupakan oleh anak anak jaman sekarang, ’’ ungkap Suhendri, Kepala Sekolah SDN 1 Pakisjajar. (mat)