Modern Itu Bukan Westernisasi

Da’i terkenal asal Betawi, almarhum KH. Zainuddin MZ, dalam sebuah ceramahnya pernah mengingatkan tentang bahaya westernisasi, di mana kita lebih suka meniru budaya Barat, namun lupa dengan budaya Timur yang adiluhung. Bahkan banyak yang berpikiran, kalau tidak mengikuti budaya Barat bukan orang modern.

————————————-

Moh. Mufidz

Ya, sejak isu globalisasi mengalir dari negara-negara Barat, hal tersebut telah membuat batas-batas dunia makin cair. Yang terjadi adalah terbukanya perluasan lahan bagi produk budaya Barat ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Di tengah gencarnya penetrasi budaya asing tersebut, di dalam negeri sendiri mengalami kemunduran dalam usaha pelestarian budaya. Hal ini dapat dilihat dengan semakin minimnya anak muda di Indonesia yang menggemari bahkan menjadi pelaku budaya.
Anak-anak muda lebih tertarik dengan budaya bernuansa Barat, karena di dalam mindset mereka budaya Barat itu keren dan modern. Sedangkan budaya negeri sendiri dianggap kuno dan terbelakang.
Padahal jika kita dapat memahami makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya negeri sendiri, justru tersimpan keluhuran dan keagungan budaya yang tidak ditemukan dalam budaya Barat, khususnya terkait dengan budaya kita sebagai bangsa Timur.
Budaya Indonesia terkenal dengan budi pekerti luhur yang santun, dan didukung dengan nilai-nilai moral keagamaan serta adanya Pancasila sebagai dasar konstitusi. Oleh karena itu, perlu adanya berbagai tindakan nyata dari semua elemen bangsa untuk tetap melestarikan kebudayaan dan kearifan lokal yang ada di seluruh nusantara.
Di Jawa Timur, termasuk di Malang Raya, selama ini dikenal kaya akan keberagaman, termasuk seni dan budaya. Disadari atau tidak hal ini merupakan potensi, baik bagi pembangunan pada umumnya maupun pada pembangunan pariwisata. Terkait dengan hal tersebut, pemerintah di semua tingkatan harusnya memiliki tekad melestarikan sekaligus menjadikannya sebagai produk wisata yang akan menjadi kekuatan riil dalam memberikan kontribusi untuk membangun kemakmuran rakyat.
Sebab, sejatinya, industri kepariwisataan merupakan salah satu sektor yang dinamis dan cukup strategis dalam menciptakan multi player effect (efek ganda) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kita harus memiliki mindset bahwa berkesenian dan berperilaku sesuai kearifan budaya itu sifatnya sudah terpatri dalam jiwa dan mendarah daging dalam setiap ekspresi masyarakat. Kita perlu melestarikan nilai-nilai seni budaya daerah karena dengan keberadaan seni budaya inilah dapat merasakan keluhuran warisan nenek moyang. Semoga.*