TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Sejumlah miras oplosan yang berhasil diamankan Polisi di Malang, beberapa waktu lalu.

Miras Oplosan : Alkohol 70 % Dioplos Obat Nyamuk

Sejumlah miras oplosan yang berhasil diamankan Polisi di Malang, beberapa waktu lalu.

Meski Kota Batu  terkesan adem ayem, tetapi peredaran minuman keras  (miras) oplosan  sungguh mengkhawatirkan. Bahkan  menjadi ancaman bagi generasi muda.

Menurut Wakil Wali Kota Batu, Jawa Timur,  Punjul Santoso,  cara minumnya saja sudah membahayakan jiwa.

“Miras oplosan sungguh mengkhawatirkan. Di Kecamatan Bumiaji, cara minumnya lebih gila lagi. Mereka mengkonsumsi dengan kadar  alkohol 70 persen dicampur obat nyamuk dan dicampur dengan minuman lain. Ini sungguh berbahaya, ” papar Punjul, kemarin (14/04/2018).

Untuk mengantisipasi peredaran dan penggunaan miras oplosan, Babinsa, Babinkantibmas, kepala desa, Kejaksaan Negeri (Kejari),  tokoh agama dan tokoh masyarakat,  dalam waktu dekat akan berkumpul dalam rangka menciptakan situasi kondisi yang aman dan tertib.

Punjul Santoso.

Punjul Santoso, Wakil Wali Kota Batu mengungkapkan,  hasil rapat koordinasi tiga pilar, di Balai Kota Among Tani, Pemkot Batu, TNI dan Polri  sepakat mencegah peredaran miras oplosan maupun narkoba dan  bentuk lain yang menjadi gangguan dan ancaman keamanan.

Punjul berharap, jangan sampai Kota Batu yang  sudah adem ayem,  menjadi daerah tujuan wisata, malah menjadi peredaran  miras oplosan dan  peredaran narkoba.

Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto  mengatakan,  permasalahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat, perlu diselesaikan segera mungkin agar tidak menjadi konflik yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.

“Sekecil apa pun konflik sosial yang terjadi di masyarakat,  harus dapat diketahui secara dini oleh tiga pilar plus, yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa/Lurah serta para tokoh masyarakat, sehingga dapat diselesaikan dengan tuntas, ” tegasnya.  (*)