Menyelamatkan Generasi Muda dari Narkoba

Hari Narkotika Internasional (HANI) tahun 2016 mengusung tema “LISTEN FIRST mendengarkan hati anak-anak generasi muda merupakan langkah awal untuk membantu mereka tumbuh sehat dan aman dari penyalahgunaan narkoba”.

Mohammad Mufidz

Tema ini sangat tepat, mengingat anak adalah generasi bangsa di masa depan. Karena itu mereka harus diselematkan dari bahaya narkoba.
Permasalahan narkotika merupakan salah satu permasalahan global yang selalu menjadi perhatian serius negara-negara di seluruh dunia karena kondisinya sampai saat ini belum mampu ditangani dengan baik dan cenderung mengalami pening-katan baik secara kualitas maupun kuantitas.

Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2014 melaporkan bahwa diseluruh dunia terdapat sekitar 162 sampai dengan 324 juta orang yang berusia produktif atau yang berusia antara 15 sampai dengan 64 tahun yang mengkonsumsi narkotika, dan kurang lebih 183 ribu orang meninggal dunia setiap tahunnya.

Sedangkan di Indonesia diperkirakan 30 sampai dengan 40 orang meninggal dunia akibat penyalahgunaan narkotika setiap tahun. Selain itu produksi narkotika di tingkat global juga terus meningkat dengan munculnya berbagai zat psikoaktif baru atau new psychoactive substances yang jumlahnya mencapai 354 macam jenis yang belum seluruhnya terjangkau oleh aturan hukum yang berlaku di setiap negara.

Dalam konteks nasional permasalahan narkotika di Indonesia telah memasuki fase darurat. Status kondisi darurat narkotika bukan hanya retorika dan isu belaka, melainkan ancaman faktual yang selama ini masih dilihat sebelah mata oleh bangsa Indonesia.

Permasalahan narkotika yang sangat kronis ini terlihat dari jumlah penyalahgunaan narkotika di Indonesia yang mencapai lebih dari 4 juta jiwa. Mereka bukan hanya dari kalangan de-wasa, namun juga dari kalangan remaja bahkan anak-anak, mereka juga bukan hanya dari kalangan masyarakat berpendidikan rendah melainkan telah meracuni kalangan masyarakat berpendidikan tinggi.

Melalui pemberitaan media massa dapat kita saksikan fakta ancaman kejahatan narkotika. Kasus kejahatan narkotika yang melibatkan warga negara Indonesia maupun warga negara asing hampir setiap hari berhasil diungkap oleh aparat penegak hukum dengan jumlah barang bukti yang sangat besar, bukan hanya puluhan kilo melainkan ribuan kilo, bukan hanya puluhan butir melainkan ribuan butir. Barang bukti narkotika yang sangat besar tersebut dapat meracuni jutaan warga negara sekaligus dapat menjadi senjata pemusnah massal yang akan menghancurkan Indonesia di masa yang akan datang.

Kondisi permasalahan narkotika yang berada dalam fase darurat sangat membutuhkan penanganan secara cepat dan tepat. Permasalahan narkotika tidak akan dapat diselesaikan oleh Pemerintah semata, melainkan harus melibatkan seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali.

Semoga dengan semangat HANI 2106 dapat menjai pintu masuk me-merangi bahaya narkoba di kalangan anak-anak.*