Menristek Ancam Rektor Money Politics

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, Prof H. Moch Nasir, Ph.d, tidak akan mentolelir pemilihan Rektor yang menggunakan politik uang. Bahkan, ia meminta, kalau ada permainan uang, diminta untuk melaporkan ke kementerian.

 

 

Menteri riset dan tekhnologi pendidikan tinggi, Prof H. Moch Nasir bersama Rektor UM, Prof Rofiudin, menekan tombol groundbreaking gedung GKB.

“PILIHAN REKTOR, tidak ada kaitannya dengan politik uang. Kalau ada itu, silahkan dilaporkan ke kementrian. Karena, itu hanya akan menjatuhkan marwah pendidikan, menjatuhkan nama baik perguruan tinggi. Jangan hanya menyebarkan isu, tunjukkan,” tutur Menritekdikti, saat melakukan Grundbreaking Project 4in1 IDB, pembangunan Gedung Kuliah Bernama (GKB) dan kuliah umum di kampus Universitas Negeri Malang, Senin (17/09/2018).

Ia meminta, semua pihak harus saling mengontrol, menjaga dan mengawalnya. Sehingga pilihan Rektor bisa berjalan dengan baik. Ia berharap, mahasiswa tidak terpengaruh politik, karena bahu bahu politik itu hanya di luar kampus.

“Saya sangat senang, jika mahasiswa berfikir masalah kebangsaan. Harus berfikir lebih jernih, jangan ditunggangi politik. Politik jangan dibawa ke dalam kampus,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Menristek berharap, dengan pembangunan dua gedung kembar di UM tersebut, bisa menjadikan kampus pelopor inovasi. Menjadi sistem moderenisasi pendidikan di Indonesia, sehingga pendidikan merata. Dengan begitu, masyarakat dari seluruh wilayah di Indonesia, bisa belajar.

Untuk diketahui, Universitas Negeri Malang (UM) segera akan melakukan pemilihan Rektor. 3 calon Rektor sudah saling mempersiapkan visi dan misi, untuk menjadi orang nomor satu di UM. (ide)