TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

UMM menggelar wisuda ke-100, Jumat (02/07/2021) siang.

Menko PMK : Bekal Mahasiswa UMM Sudah Cukup

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, sudah memberikan bekal yang cukup bagi mahasiswa untuk mengarungi dunia sebenarnya setelah lulus. Mulai pengalaman belajar, pembentukan karakter, dan bekal untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas.

 

UMM menggelar wisuda ke-100, Jumat (02/07/2021) siang.

 

HAL INI disampaikan Mantan Rektor Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang kini menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, saat menyampaikan sambutan pada wisuda ke-100 UMM, Jumat (02/07/2021)  di Dome UMM.  Acara ini dihadiri Kepala LLDIKTi Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Soeprapto, DEA.

Sejumlah mahasiswa UMM mengikuti wisuda ke-100 secara luring di gedung DOME, Jumat (02/07/2021) siang.

Muhadjir Effendy mengatakan, wisudawan yang akan meninggalkan kampus dan berkiprah di masyarakat merupakan fenomena yang mesti terjadi. “UMM sudah memberikan bekal yang cukup untuk mengarungi dan menghadapi dunia yang sebenarnya.  “Satu di antaranya adalah pengalaman belajar. Fasilitas belajar juga memiliki andil besar dalam pembentukan aspek akademis dan intelektual,” katanya.

Bekal kedua, pembentukan karakter. “Para wisudawan dibentuk agar bisa memiliki cara berpikir, sikap,  serta tindakan berdasarkan standar-standar UMM. Inilah yang membuat keterserapan para alumni dalam dunia kerja cukup tinggi. Tidak hanya mendapatkan kerja, UMM juga memberikan bekal para alumni untuk bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Ia berpesan kepada para wisudawan agar mengisi malam-malamnya untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Di samping itu juga mendorong mereka berjalan di atas bumi dengan rendah hati, tidak pongah,  dan menyombongkan diri. “Jika kita dilecehkan, jangan membalas dengan cara yang sama. Tapi doakan mereka agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan lupa berinfak serta mendekatkan diri pada Allah SWT. Jika kita dekat dengan Allah, Ia juga akan dekat dengan kita,” pungkas Muhadjir.

Mantan Rektor Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang kini menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof. Dr. Muhadjir Effendy memberikan sambutan secara online.

Sementara itu, Dr. Fauzan, M.Pd, Rektor UMM menjelaskan, para wisudawan telah memiliki bekal secara institusional, karena telah dilahirkan oleh kampus yang memperoleh banyak pengakuan internasional. Satu di antaranya diperoleh dari UniRank, lembaga survei yang berlokasi di Australia. “UMM dinobatkan menjadi perguruan tinggi Islam terbaik di dunia. Terbaru, UMM juga sukses meraih predikat kampus bintang tiga dari lembaga pemeringkatan QS Stars, minggu lalu,” terangnya.

Dijelaskan Fauzan, ada dua aspek UMM meraih nilai sempurna lima bintang. Salah satunya, Employability, aspek yang memiliki peluang strategis bagi wisudawan. Hal itu membuktikan bahwa kompetensi dan kemampuan para wisudawan dapat dijadikan modal untuk bersaing di dunia kerja.

Tidak hanya dilevel nasional,  tapi juga internasional. “Artinya, modal untuk sukses secara institusional sudah diberikan oleh kampus. Tinggal bagaimana saudara memanfaatkan peluang yang ada. Saya yakin saudara memiliki energi positif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Teruslah optimis dalam menghadapi fase kehidupan selanjutnya,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTi Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Soeprapto, DEA, menyebutkan, ada dua syarat perguruan tinggi yang bagus. Pertama, dipenuhi atau tidaknya syarat formal, mencakup sarana prasana, akreditasi, dan  dosen-dosennya. “Saya rasa UMM sudah melebihi itu semua. Jumlah doktornya melimpah, pun dengan profesornya. Akreditasi prodinya juga banyak yang A maupun B,” terangnya.

Kedua,  syarat substansial, yakni bagaimana UMM menjalankan pembelajarannya. Jika dilihat dari capaian UMM yang meraih berbagai rekognisi internasional, maka UMM tentu sudah melewati standar-standar tersebut. (div/mat)