Membongkar Makam Ken Arok

Sudah ratusan tahun para ahli sejarah mencari letak makam Raja Singosari yang sangat terkenal, Ken Arok. Namun hingga sekarang belum ada yang menemukan. Mereka hanya bisa mengira-ira saja. Namun sebentar lagi letaknya akan segera diketahui. Ini setelah Tutik (31), warga RT 3/RW 8 Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur disusupi Eyang Djunggo yang mengaku sebagai orang yang babat krawang Singosari.

 

Di sinilah kemungkinan lokasi makam Ken Arok.

Dalam penuturan Mbah Djunggo yang merasuk ke raga Tutik, mengungkap tuntas dan menunjukan lokasi makam tersebut. Menurutnya, makam Ken Arok berada di sisi timur Patung Dwarapala (patung buto) di Jl. Kertanegara Barat, RT 1/RW 6 Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari.

Bahkan, lokasi makam raja yang sangat kesohor ini sudah ditunjukkan langsung kepada Lurah Candirenggo Muh. Isa dan sejumlah staf kelurahan setempat, Jumat (27/5/2016) siang. Saat itu, Tutik, yang dalam kondisi kerasukan, mendatangi kantor kelurahan bersama keluarganya, menjelaskan riwayat Eyang Djunggo, orang yang babat Singosari dan menunjukan makam Raja Ken Arok.

Setelah berada di kantor kelurahan, selanjutnya Tutik, Lurah Candirenggo dan diikuti sejumlah staf kelura-han lainnya, berjalan menuju kompleks Patung Dwarapala yang jaraknya sekitar 100 meter arah barat dari kantor kelurahan. Di tempat ini, Tutik menuju salah satu tempat yang banyak tumpukan batu sejarah, lalu menunjukkan lokasi makam Ken Arok. “Di sini makam Ken Arok,” katanya.

Lokasi makam yang ditunjukan Tutik itu hanya beberapa meter arah timur dari Patung Dwarapala yang di sisi selatan. Sekedar diketahui, di kompleks ini ada dua Patung Dwarapala yang dikenal sebagai penjaga pintu masuk Kerajaan Singosari, yakni di sisi utara dan selatan.

Tidak hanya itu, Tutik juga menjelaskan bahwa di Kampung Sukun, tepat berada di bawah pohon sukun yang sangat besar, ada makam Mbah Singorejo, Lurah pertama Singosari.

“Selama ini makam Ken Arok ditutupi pagar goib yang tidak bisa ditembus dukun dan paranornal. Tapi sekarang pa-gar ghoib itu sudah saya buka. Sekarang sudah waktunya Ken Arok dimunculkan. Untuk membuktikannya, coba ta-nah ini digali. Nanti akan ditemukan tulang atau giginya. Cuma ini pun harus dibuktikan dengan ilmu sekolah (forensik). Nanti digabungkan dengan ilmu ghoib yang saja sampaikan ini,” terang Eyang Djunggo yang menyusup di raga Tutik.

Apa yang disampaikan Eyang Djunggo melalui raga Tutik ini kembali disampaikan kepada Pemimpin Redaksi Tabloid Jawa Timur aat mendatangi rumahnya, Sabtu (28/5/2016) bersama Kepala Bidang Kebersihan Dinas CKTR Kabupaten Malang, Renung, tokoh masyarakat Singosari, Prayit dan Bowo. Kepada para tamu, dia menjelaskan panjang lebar tentang keberadaan makam Ken Arok tersebut.*