Mantan Wakapolresta Surabaya Jabat Kapolresta Malang

Kapolresta Malang Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi Dr. Leonardus Harapantua Simarnata Permata, S.sos, SIK, M.H menandatangani berkas sertijab Kapolresta Malang.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dr. Leonardus Harapantua Simarmata Permata, S.sos, SIK, M.H, dilantik menjadi Kapolresta Malang, Jawa Timur, menggantikan AKBP Doni Alexander. Serah terima jabatan dilaksanakan Kamis (28/11/2019) di halaman Polresta Malang, dipimpin Kapolda Jawa Timur, Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan.

 

SEBELUM menjabat Kapolresta Malang, Simarmata menjabat Wakapolresta Surabaya. Posisinya digantikan AKBP Agus Sudaryanto, yang sebelumnya menjabat Kapolres Pasuruan Kota. Sedangkan AKBP Doni Alexander selanjutnya menjabat Kapolres Pasuruan Kota, menggantikan Agus Sudaryanto.

Kapolresta Malang Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi Dr. Leonardus Harapantua Simarnata Permata, S.sos, SIK, M.H, mengucapkan sumpah jabatan saat sertijab Kapolresta Malang.
Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mendapat kalungan bunga melati saat tiba di Mapolresta Malang, didampingi istri.

“Kita perlu bersyukur, bahwa hari ini Polres Malang Kota telah resmi berganti tipe menjadi Polresta Malang. Tentunya, program yang sudah berjalan dengan baik dari pejabat sebelumnya, akan kami lanjutkan,” tutur Leonardus, usai serah terima jabatan.

Ia menambahkan, hubungan baik dan sinergitas dengan 3 pilar serta para stekholder tetap dijalankan. Sebagai lembaga penegak hukum, kewajiban utama Polisi adalah penegakan hukum. Selain itu, pihaknya juga mengedepankan pencegahan terjadinya tindak kejahatan.

Disinggung kawasan Malang Raya yang menjadi salah satu tujuan wisata, sehingga peredaran obat terlarang sangat rawan terjadi, Leo  —panggilan akrab AKBP) Dr. Leonardus Harapantua Simarmata— mengaku harus menerapkan strategi untuk memberantasanya.

“Malang Raya memang menjadi tempat kunjungan, baik kunjungan kerja maupun wisata. Karena itu, tugas kita memberikan kenyamanan. Untuk kasus narkoba, juga harus ada strategi dalam pencegahan, bekerjasama dangan BNN. Termasuk pencegahan, bisa dimulai dari lingkup terkecil yakni keluarga,” pungkasnya. (ide/mat)