“Makam Ken Arok Ditutupi Pagar Ghoib”

Ditemukannya makam Ken Arok di kompleks Arca Dwarapala, Jl. Kertanegara Barat, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, direspon Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara.

 

Pemimpin Redaksi Jawa Timur berada di makam Eyang Djunggo.

“Saya sudah dengar informasi itu. Tapi saya belum melihatnya sendiri. Besok (hari ini, red) saya akan lihat sendiri. Sepertinya menarik juga. Sebab, kalau memang benar makam Ken Arok ada di situ, tentu ini sebuah peristiwa besar. Ini adalah penemuan bersejarah yang sangat luar biasa,” kata Made Arya Wedhantara, Senin (30/5/2016) petang.

Langkah cepat yang ditempuh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini sangat tepat, mengingat Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna sangat konsen dengan pembangunan bidang pariwisata. Bahkan pariwisata menjadi salah satu unggulan Kabupaten Malang.

Menurut mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ini, meski masih sebatas informasi —itu pun dalam bentuk mistik— namun sekecil apa pun informasi itu, perlu ditangkap. “Siapa tahu informasi itu betul. Kalau betul kan bisa mengangkat potensi pariwisata di Kabupaten Malang, khususnya di Singosari,” terangnya.

Sementara itu, Lurah Candirenggo Muh. Isa tidak bisa berbuat lebih jauh, karena lahan tersebut berada di bawah naungan Dinas Purbakala di Trowulan, Mojokerto. “Kebetulan waktu itu ada orang yang mengelola Candi Singosari dan Arca Dwarapala dari Trowulan, langsung saya temukan,” katanya.

Tutik (31), warga RT 3/RW 8 Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, disusupi Eyang Djunggo yang mengaku sebagai orang yang babat krawang Singosari. Dalam penuturan Eyang Djunggo yang merasuk ke raga Tutik, lokasi makam ken Arok berada di sisi timur Patung Dwarapala (patung buto sisi selatan) di Jl. Kertanegara Barat, RT 1/RW 6 Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari.

Lokasi makam yang ditunjukan Tutik itu hanya beberapa meter arah timur dari Patung Dwarapala yang di sisi selatan. Sekedar diketahui, di kompleks ini ada dua Patung Dwarapala yang dikenal sebagai penjaga pintu masuk Kerajaan Singosari, yakni di sisi utara dan selatan.

Tidak hanya itu, Tutik juga menjelaskan bahwa di Kampung Sukun, tepat berada di bawah pohon sukun yang sangat besar, ada makam Mbah Singorejo, Lurah pertama Singosari.

“Selama ini makam Ken Arok ditutupi pagar goib yang tidak bisa ditembus dukun dan paranornal. Tapi sekarang pagar goib itu sudah saya buka. Sekarang sudah waktunya Ken Arok dimunculkan. Untuk membuktikannya, coba tanah ini digali. Nanti akan ditemukan tulang atau giginya. Cuma ini pun harus dibuktikan dengan ilmu sekolah (forensik). Nanti digabungkan dengan ilmu ghoib yang saja sampaikan ini,” terang Eyang Djunggo yang menyusup di raga Tutik.*