Mahasiswa UPN Veteran Demo Deklarasi Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

SURABAYA,TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sekitar dua puluh mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jawa Timur, Selasa (18/12/2018) siang berunjukrasa di depan Gedung Giri Loka kampus Upn Veteran Jawa Timur di Jalan Gunung Anyar Surabaya. Mereka   terlibat saling dorong dengan satuan pengamanan (Satpam) kampus, yang mencegah mereka masuk ke dalam gedung, tempat diselenggarakannya kegiatan Deklarasi Wilayah Bebas Korupsi.

 

Deklarasi Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi di kampus setempat, karena dinilai tak sesuai kenyataan.

 

Aksi saling dorong mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur dengan satpam kampus di Surabaya, menolak Deklarasi Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi di kampus setempat, karena dinilai tak sesuai kenyataan.

MESKI berjumlah sedikit, namun mahasiswa tetap berusaha nekat menerobos barikade petugas satuan pengamanan kampus, yang mencegah usaha mahasiswa masuk ke dalam gedung.

Sambil membawa spanduk, para mahasiswa ini memaksa masuk ke dalam gedung,  tempat diselenggarakannya Deklarasi Wilayah Bebas Korupsi serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, untuk menemui langsung rektor dan pejabat tinggi kampus. Para mahasiswa menuding acara deklarasi tersebut tidak tepat dan tidak perlu diselenggarakan, karena di kampus UPN diduga terjadi korupsi dana Bidikmisi.

“Kita sengaja menggelar aksi di acara deklarasi zona integritas anti korupsi, karena acara ini tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di kampus UPN. Di kampus ini belum bebas dari korupsi. Salah satunya,  korupsi dan penyelewengan dana bidikmisi, dimana mahasiswa seharusnya dapat living cost, dapat anggaran untuk pembinaan, namun kenyataannya semua itu belum dilaksanakan,” ungkap korlap aksi,  Nurul Haqi.

“Kita berani membuktikan,  karena kita punya data dari BPK,” imbuh Nurul.

Sementara itu, karena dihadang sejumlah petugas Satpam kampus, para mahasiswa akhirnya hanya melanjutkan aksi unjukrasa dengan duduk tepat di depan gedung.

Sesuai jadwal, Deklarasi Wilayah Bebas Korupsi serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani sebenarnya dihadiri Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Namun karena berhalangan hadir,  deklarasi tersebut hanya dihadiri Dirjen Potensi Pertahanan Kemenhan, Bondan Tiara Sofyan. (ang)