Mahasiswa UB Ciptakan Asap Cair Pengganti Formalin

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Tiga mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK-UB) menciptakan asap cair sebagai alternatif bahan pengawet. Uniknya, asap itu dibuat dari batok kelapa yang bisa menggantikan fungsi formalin.

 

Tiga mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK-UB) menciptakan asap cair sebagai alternatif bahan pengawet.

KETIGANYA, Dysa Nurrachma, Chusnul Liyah dan Mahbubur Rahman. Dengan bimbingan dosen Dr. Ir. Hartati Kartikaningsih M.Si, ketiganya menggagas melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didanai KEMENRISTEK DIKTI.

Hasil karya mahasiswa UB, asap air dari batok kelapa.

“Memang telah ada metode pengasapan dengan cara meletakkan ikan di atas kayu yang di asapkan. Namun itu kurang efektif dan berpotensi menumbuhkan bakteri dari cemaran udara. Karena itu, kami ciptakan asap cair dari batok kelapa (Coconut Shell Liquid Smoke) (CS – LS),” tutur ketua tim, Dysa Nurrachma, Minggu (05/08/2018).

Menurutnya, pengaplikasian pada bahan pangan hasil perikanan, merupakan parameter penting sebagai penentu kualitas dari Coconut Shell Liquid Smoke, sebagai bahan pengawet pengganti formalin yang aman untuk digunakan.

Dari hasil penelitian, pada ikan dan udang bentukan whole, dapat bertahan selama dua hari. Sedangkan bentukan fillet dan butterfly dapat bertahan selama tiga hari. Masa simpan dapat diperpanjang, dibandingkan dengan penggunaan berformalin. (ide)