Mahasiswa Papua Deklarasi Pemilu Damai

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menemui mahasiswa asal Papua di Malang, di Hotel Gets Jl. B.S Riadi Kelurahan Oro Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu malam (13/03/2019). Dalam pertemuan itu, para mahasiswa melakukan deklarasi Pemilu damai.

 

Para pejabat dari Mabes Polri serta para mahasiswa Papua deklarasi Pemilu damai.

 

PERTEMUAN dilaksanakan untuk mendukung pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu), baik Pileg dan Pilpres 2019 yang aman dan damai. Mengingat pelaksanaan Pemilu sudah semakin dekat, Rabu (17/04/2019) mendatang.

Ketua Tim Baintelkam Mabes Polri, Kombes Pol Dr. H. Kasmen, ME mengatakan, peran pemuda sangat penting dalam peran aktifnya. Untuk itu harus dimanfaatkan pengetahuan dari bangku kuliah untuk kemajuan negara.

“Saya pernah ikut demo sebelum jadi Polisi, tapi akhirnya saya jadi Polisi. Alhamdulilah, bisa bertemu dengan rekan-rekan mahasiswa asal Papua. Peran pemuda mahasiswa sangat penting, manfaatkan pengetahuan yang didapat, untuk kemajuan negara. Terlebih, kita akan melaksanakan Pemilu,” tuturnya saat memberikan sembutan di depan para mahasiswa Papua.

Sebagai warga negara yang baik, lanjutnya, sudah sepatutnya menjaga situasi aman dalam Pemilu, dengan mendukung dan mensukseskan pesta demokrasi. Menurutnya, dengan situasi yang aman, akan mendukung jalannya pembangunan. Bentuk dukungan itu, bisa dengan mengambil hak pilihnya dalam Pemilu.

“Yang sudah mempunyai hak pilih dalam pemilu 2019, gunakan hak pilihnya sesuai nuraninya. Manfaatkan studi di Malang dengan sebaik-baiknya. Karena ini kesempatan bagi kita berdiskusi dan menjalin komunikasi, menjaga NKRI,” lanjutnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Kepolisian tidak hanya turun saat konflik, namun ke tempat damai sekali pun tetap dikunjungi. Pihaknya tetap menjalin komunikasi dan pembinaan dengan berbagai pihak, termasuk ke pondok pesantren.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Malang Kota, AKP Budi Winarto, SH, MH, menjelaskan, di Kota Malang, ada 200.000 mahasiswa. Sebanyak 40.000 di antaranya dari luar Kota Malang. Karena itu, untuk pelaksanaan Pemilu, bisa menggunakan formulis A-5.

“Potensi Malang sangat bagus untuk belajar, terutama masalah wisata. Jadi rugi kalau hanya kuliah. Manfaatkan waktu untuk membina kemampuan, sebagai bagian dari kesiapan kader bangsa. Terkait dengan Pemilu, yang tidak ke daerah asal bisa menggunakan formulir A-5 untuk pindah pilih,” tuturnya. (ide)