TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Inilah mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) Malang, Jawa Timur, menciptakan gelfoam kombinasi kitosan ekstrak biji alpukat.

Mahasiswa FKG UB Buat Gelfoam dari Biji Alpukat dan Kulit Udang

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) Malang, Jawa Timur, menciptakan gelfoam kombinasi kitosan ekstrak biji alpukat (Persea Americana Mill) untuk penyembuhan luka pasca ekstraksi gigi.

 

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) Malang, Jawa Timur, sedang melakukan penelitian.

 

MEREKA adalah, Oliresianela, Esra Kusteniuk Simanjuntak, Fiorina Divasinta Mirelia Marsudi, Langit Jingga, dan Nabila Oktavina Dwiputri. Mereka  dibimbing drg. Diah, Sp. Perio.

Inilah mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) Malang, Jawa Timur, menciptakan gelfoam kombinasi kitosan ekstrak biji alpukat.

Oliresianela, salah satu anggota tim mengatakan, gelfoam atau gelatin foam dapat mengontrol perdarahan pasca pencabutan gigi dalam waktu  kurang dari 10 menit.  “Spons gelatin ini berasal dari gelatin murni yang berbentuk spons lentur, berpori, dan mudah menyerap,” katanya, Senin (23/08/2021) seperti rilis yang diterima redaksi tabloidjawatimur.com dari Humas UB.

Di sisi lain, Indonesia adalah negara penghasil udang ketiga di dunia. Kulit udang mencapai 45% – 55% berat total dengan nilai ekonomis yang rendah dan dianggap sebagai limbah. Padahal  kulit udanmg mengandung kitin yang dapat menghasilkan kitosan.

“Kitosan memiliki berbagai keistimewaan,  seperti bersifat antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, dapat menjadi agen penggumpal, dan dapat diserap oleh tubuh,” jelas Oliresianela.

Kombinasi kitosan dan molekul bioaktif lain meningkatkan sifat mekanik, penyerapan protein, serta biomineralisasi. “Oleh karena itu, kami mengombinasikan kitosan dengan molekul bioaktif dari ekstrak biji alpukat,” tegasnya.

Biji alpukat mengandung minyak atsiri, senyawa bioaktif, serat, dan sumber karbon  hingga 15% total berat dan dapat menjadi alternatif obat berbagai penyakit.  “Belum tersedianya produk komersial gelfoam berbahan herbal mendorong kelompok kami untuk menginovasikan kombinasi kitosan dan bahan aktif ekstrak biji alpukat untuk menunjang daya guna gelfoam,” ujarnya.  (div/mat)