“MADEP – MANTEB – MANETEP Itu Bukan Akronim”

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Visi dan Misi yang pernah diusung pasangan Dr. H. Rendra Kresna dan Drs. HM. Sanusi pada Pemilihan Kepala Daerah 2015 lalu, dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Senin (27/6/2016) di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

 

Pasangan Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna dan Wakil Bupati Malang Drs HM. Sanusi.

MENURUT Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna, Visi dan Misi yang dituangkan dalam RPJMD Kabupaten Malang 2016–2021 ini merupakan visi dan misi yang sebelumnya telah menjadi materi kampanye oleh pasangan pemenang pada saat Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2015 lalu.

Hal ini sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota yang menyebutkan bahwa setiap calon wajib untuk menyertakan visi pada saat mencalonkan diri menjadi kepala daerah.

“Mengacu hasil Pemilukada 2015, RPJMD Kabupaten Malang 2016-2021 ini merupakan hasil perumusan dari pasangan pemenang Pemilukada Kabupaten Malang yang ditetapkan pada 2016 yakni Dr. H. Rendra Kresna dan H. Sanusi,” katanya.

Dia menambahkan, penyusunan visi misi tersebut berlandaskan pada sebuah nilai filosofis. Pertama: niat untuk konsisten dalam menjalankan amanat konstitusi dan pembangunan, atau diberi istilah Madep. Kedua, untuk mewujudkan niat tersebut, pemerintah berkomitmen untuk memiliki sikap kedisiplinan, bekerja keras dan produktif dalam pelaksanakan pembangunan, atau disebut dengan Manteb.

Sedangkan untuk tujuan pembangunannya dalam 5 tahun kedepan, Pemerintah Kabupaten Malang menginginkan agar setiap pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, atau diberi istilah Manetep.

“Dengan mempertimbangkan tiga landasan filosofis dan pedoman arah pembangunan di atas, maka dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan untuk periode 2016-2021, dicanangkan Visi Pembangunan Kabupaten Malang : Terwujudnya Kabupaten Malang yang MADEP MANTEB MANETEP,” kata bupati.

“Secara terperinci, rumusan visi tersebut dapat dijabarkan : Terwujudnya Kabupaten Malang yang Istiqomah dan Memiliki Mental Bekerja Keras Guna Mencapai Kemajuan Pembangunan yang Bermanfaat Nyata untuk Rakyat Berbasis Pedesaan, ” jelas Rendra Kresna.

Mengenai istilah MADEP-MANTEB-MANETEP, mantan Wakil Ketua DPRD ini menjelaskan, tiga kata ini merupakan filosofi pembangunan yang bukan hanya memiliki arti yang baik, tapi juga memiliki akar historis pada kebudayaan nusantara dan Kabupaten Malang.

“Jadi, MADEP-MANTEB-MANETEP ini bukan sebuah akronim, melainkan memiliki kesatuan maknawi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain,” tegasnya.*