Lulusan Sekolah Kesehatan Swasta Bisa Ikut CPNS

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kabar gembira bagi para lulusan lembaga pendidikan kesehatan swasta yang belum terakreditasi. Alumninya bisa ikut tes CPNS 2018.

 

 

Kepala BKD Kabupaten Malang, Jawa Timur, Nurman Ramdansyah, mendampingi stafnya dalam memberikan pelayanan.

HAL ITU ditegaskan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang, Jawa Timur, Nurman Ramdansyah, Selasa (02/10/2018).

Ditemui awak media di kantornya,  Kepala BKD Malang membenarkan adanya Surat Edaran Menpan RB tertanggal 2 Oktober 2018 dengan nomor surat no: B/480/M.SM.01.00/2018, yang menjelaskan Perubahan Pernenpan RB No 36/2018.

“Dengan adanya SE tersebut,  otomatis merubah regulasi, dimana sebelumnya para lulusan lembaga pendidikan kesehatan yang belum terakreditasi tidak bisa ikut  tes CPNS. Dengan SE tersebut,  sekarang mereka bisa ikut tes CPNS,” terang Nurman Ramdansyah.

Sebelumnya, hanya lulusan dari lembaga pendidikan kesehatan negeri atau swasta yang sudah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional maupun Pusdiknaskes saja yang bisa ikut  tes CPNS. “Mau tidak mau harus dikerjakan. Secepatnya harus dilakukan sosialisasi. Apalagi saat ini sudah masuk pendaftaran tes CPNS 2018,” keluh Nurman.

Terkait pendaftaran CPNS 2018 di www.sscn.bkn.go.id untuk pendaftar yang ingin menjadi ASN di Pemkab Malang, baru ada 517 orang. Sedikitnya pendaftar bukan karena minimnya animo masyarakat, namun disebabkan lemot atau lambatnya mengakses di situs milik BKN tersebut. “Memang agak susah untuk mengaksesnya, mungkin karena banyak yang mengakses sehinga traficnya padat, akhirnya agak lemot seperti itu. Padahal kapasitas bandwitch sudah diperbesar,” aku Nurman.

Namun Kepala BKD Kabupaten Malang optimis kuota perekrutan ASN untuk Kabupaten Malang sebanyak 830 orang akan terpenuhi. “Pendaftarannya kan ditutup tanggal 12 Oktober pukul 24.00 WIB. Jadi masih ada waktulah,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa kuota CPNS Kabupaten Malang sebanyak 830 orang, yang terbagi 135 jalur khusus untuk GTT/ PTT yang masuk kategori 2 (K2), 500 guru yang melalui jalur umum, 150 untuk tenaga kesehatan dan 45 untuk tenaga teknik. (diy)