TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Darti, pemilik rumah yang dapur rumahnya tertimpa longsor dari atas.

Longsor, Dapur Rumah Warga Oro-Oro Dowo Nyaris Hilang

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Warga sekitar Jl. Brigjend Slamet Riyadi, gang 16, RT.04 / RW.06 Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur,  dikejutkan adanya longsor, Jumat dan Sabtu, (23-24/02/2020) sekitar pukul 23.30 WIB. Pasalnya, longsor yang terjadi adalah yang paling parah sejak musim hujan tahun ini. Apalagi, setelah kejadian malam hari, ada longsor susulan di pagi hari.

 

 

Darti, pemilik rumah yang dapur rumahnya tertimpa longsor dari atas.

“SAAT KEJADIAN, sekitar tengah malam, anak-anak saya sudah tidur. Saya belum tidur, karena saat itu hujan deras, bahkan ada angin kencang,” terang Darti, pemilik rumah yang sebagian rumahnya tertimpa longsoran.

Karena takut, saat kejadian, dirinya langsung lari ke luar rumah. Akibat  kejadian itu, dapur rumah miliknya ambrol. Padahal sebelumnya,  longsor hanya terjadi lumpur saja yang sampai bawah. Namun kali ini, bisa dibilang paling parah dari yang pernah terjadi sebelumnya.

“Sekarang saya jadi khawatir. Ini di bagian bawah juga ada beberapa rumah  warga. Semoga bisa segera diperbaiki, biar tidak was -was terus. Apalagi, musim hujan masih berlangsung. Sementara di atas, ada bangunan rumah 2 lantai. Ya perlu diantisipasi,” lanjutnya.

Dari pantauan di lapangan, lokasi rumah korban memang tempat di bawah bangunan rumah yang di bagian atas. Air hujan yang cukup deras, diduga menjadi faktor terjadinya longsor.

Sementara itu, Noer, pemilik rumah yang ada bagian atas, mengaku ingin lebih memperkuat kawasan sekitar dinding luar rumahnya. “Ya tetap di sini, gimana lagi. Adanya di sini. Ya harus diperkuat lagi, sehingga tidak ada kejadian terulang,” katanya.

Lokasi terjadi longsor di sisi timur bagian bawah jembatan peler. Jembatan yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor. Jembatan yang tidak terlalu lebar, namun arus lalu lintas cukup padat, mengingat menjadi penghubung dari  Jl. Kaliurang tembus ke Jl. Brigjen Slamet Riadi.  (ide/mat)