Lawan COVID-19, Mahasiswa UTM Produksi Sabun Organik

BANGKALAN, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sebagai bagian dari komitmen membantu pemerintah memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID–19), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Jawa Timur,  (LPPM – UTM) melalui pengabdian masyarakat, memproduksi sabun organik di Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.

 

Para mahasiswa Universitas Trunojoyo, Madura saat sosialisasi membuat sabun organik di Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.

 

PEMBUATAN sabun organik ini menggunakan soap-base dengan kandungan minyak dan glycerin yang memberikan kelembapan pada kulit. Bahan–bahan yang digunakan juga ramah lingkungan, karena non SLS (sodium laury sulfate),  yaitu bahan penghasil busa yang dapat mencemari lingkungan.

Inilah sabun organik mahasiswa Universitas Trunojoyo, Madura yang disosialisasikan di Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.

Bahan campuran lainnya menggunakan rempah–rempah, seperti kayu secang, bunga telang, bunga mawar, dan arang yang biasa digunakan dalam produk kecantikan,  sehinggan aman untuk kulit.

Penyuluhan ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan remaja Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan selama di rumah saja, sesuai anjuran pemerintah agar tidak keluar rumah jika memang tidak sangat diperlukan selama masa COVID-19. Selain itu, penyuluhan ini juga untuk menghasilkan produk sabun organik yang digunakan sebagai pembersih dengan media air.

Sabun organik diproduksi untuk menggantikan sabun biasa yang banyak dijual di pasaran. Sabun organik menjadi pilihan karena bahannya yang alami serta pembuatannya yang bisa dilakukan di rumah.

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura juga menambahkan kutipan (quote) pada packaging sabun organik yakni dengan tulisan “It’s A Beautiful Day To Save Lives” agar nantinya kutipan ini dapat memotivasi dan menyemangati masyarakat untuk berjuang bersama melawan COVID – 19.

Dinda salah satu partisipan mengungkapkan, program ini dilaksanakan pada tanggal 3 – 7 Juli 2020.

“Saya berpartisipasi dari awal kegiatan, 3 Juli 2020,  mulai dari penyuluhan pembuatan sabun hingga monitoring,  dan evaluasi hasil pembuatan sabun diakhir kegiatan pada tanggal 7 Juli 2020,” ujarnya seraya  menambahkan, kegiatan ini bermanfaat dan menambah pengetahuannya.

“Bermanfaat sekali penyuluhannya. Baru tahu kalau sabun bisa dibuat dengan mudah seperti ini. Meskipun di rumah saja tapi pengetahuan jadi bertambah dan tetap dapat berkreativitas di tengah pandemi.” Ujarnya.

Pengabdian masyarakat LPPM – UTM diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat resiko infeksi COVID–19 pada Desa Langkap dengan melakukan protokol kesehatan yang ketat dan sesuai dengan arahan pemerintah untuk menjaga jarak,  dan rajin cuci tangan menggunakan sabun.

“Sebab, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat membunuh virus. Hal ini disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencegah penyebaran virus COVID–19,” katanya. (Nurfia Khusnul Khotimah, Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Jurusan Ilmu Komunikasi UTM, Semester 6/mat)