Lagi, PPLP PT PGRI Unikama Kubu Christea Gagal Masuk Kampus

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) Unikama kubu Christea Frisdiantara, dua kali gagal masuk kampus.

 

 

Plt PPLP PT PGRI Unikama, Slamet Riyadi bersama WR IV Dr Supriyanto bersama Kabag Humas Mirza, memberikan keterangan usai gagal masuk untuk kedua kalinya.

KEGAGALAN yang pertama terjadi, Jum’at (06/10/2018). Saat itu, Plt PPLP PT PGRI Unikama, Slamet Riyadi, Pjs Rektor Koenta Aji bersama para pejabat lainnya, gagal masuk dikarenakan pagar pintu masuk kampus digembok, oleh kubu lain.

Sementara kegagalan kedua, terjadi Rabu (10/10/2018). Namun kali ini, Plt Ketua PPLP bersama pengurus boleh masuk kampus. Meskipun demikian, Pjs Rektor serta pejabat lainnya, tidak boleh masuk.

“Untuk hari ini, kami boleh masuk, namun hanya pengurus PPLP saja. Sementara Pjs Rektor dan pejabat lainnya, tidak boleh masuk. Saya hanya di ruang transit saja. Karena ruangan saya yang sudah saya gembok, lubang gemboknya ada alteco. Jadi ruangan tetap tidak bisa saya buka,” tutus Plt PPLP PT PGRI Unikama, kubu Christea, Slamet Riyadi, Rabu (10/10/2018).

Ia mengaku, masuk kampus juga tidak lama, mengingat Rektor Pieter Sahertian juga tidak menemuinya. Apalagi, dirinya tidak bisa masuk ke ruangannya sendiri.

“Saya masuk, memang ingin memastikan bahwa PPLP tidak dihalangi masuk kampus, dan itu benar. Saya juga ingin berdialog dengan pak Pieter, tapi tidak ditemui. Akhirnya, saya berempat dengan pengurus yang lain, keluar,” lanjutnya.

Jika kondisi ini terus berkelanjutan, pihaknya dengan beberapa pengurus serta Kasat Intel Polresta Malang akan menghadap ke Lembaga Layanan DIKTI. Memastikan, serta meminta surat keterangan, siapa Rektor yang sah. Mengingat, Rektor Pieter akan segera melaksanakan wisuda kepada mahasiswa.

“Kalau tanda tangan di ijazah sebelum taggal 4 September, ijazah mahasiswa sah. Namun kalau setelah tanggal itu, ijazah tidak sah. Karena di tanggal itu, Rektor Pieter sudah diberhentikan,” pungkas Slamet.

Konflik di Unikama, sudah berlangsung cukup lama. Beberapa langkah solusi, belum membuahkan hasil yang signifikan. Bahkan, perseteruan ini pun, sudah dimediasi Polres Malang Kota dengan menghadirkan keduanya. Namun, nampaknya, masih belum menemui jalan keluar. (ide)