Ladang Tebu Terbakar, 3 Warung Kopi Hangus

Kebakaran ladang tebu yang merembet ke kios warga di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Musim kemarau dengan intensitas cuaca kering, berpotensi besar menyebabkan kebakaran lahan, seperti yang terjadi di ladang tebu di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (09/10/2018). Bahkan, empat kios ikut terbakar.

 

KEPADA awak media, Kepala Seksi Penanggulangan Bahaya Kebakaran Kabupaten Malang, Agus Suyanto membenarkan kebakaran ladang tebu yang akhirnya merembet dan menghanguskan beberapa kios milik warga tersebut. “Kejadian jam 10.00 WIB, dan berhasil dipadamkan 11.00 WIB. Atas kejadian tersebut, empat bangunan semi permanen milik warga ikut terbakar,” terangnya, Selasa (09/10/2018).

Keempat bangunan milik warga tersebut adalah kios tambal ban milik Ngatemin, warga Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi. Kios jok motor dan mobil milik Mustakim, warga Desa Putat Kidul, Kecamatan Gondanglegi. Kantor gudang pasir milik Sucipto, warga Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondangloegi,  serta 3 warung kopi.

Menurut Agus, kebakaran awal mulanya terjadi di ladang tebu yang letaknya berdekatan dengan kios milik warga. “Ladang tebu itu sebagian sudah dipanen. Api kemungkinan muncul karena puntung rokok, yang kemudian membakar daun tebu yang kering. Karena cuaca yang terik dan angin berhembus kencang, api dengan cepat membesar dan merembet,  kemudian membakar kios milik warga,” jelas Agus.

Beruntung, dalam amuk si jago merah di siang bolong tersebut, tidak sampai menimbulkan korban luka atau cedera maupun korban jiwa. “Nihil korban luka dan cedera. Hanya kerugian material yang kami taksir mencapai puluhan juta rupiah,” ujar Kasi PBK Kabupaten Malang.

Untuk menjinakan si jago merah, PBK harus menurunkan empat unit mobil pemadam kebakaran. “Ada empat unit mobil damkar yang kita kerahkan. Selama proses pemadaman, kami dibantu PMI Kabupaten Malang, Polsek, dan Koramil Gondanglegi, serta masyarakat sekitar,”pungkas Agus. (diy)