Kurun Lima Tahun, Sektor Pariwisata Dongkrak PAD Kabupaten Malang

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kabupaten Malang dikenal banyak mempunyai tempat wisata alam dengan panorama indah, mulai pantai hingga pegunungan, sayangnya pendapatan dari sektor pariwisata belum bisa menyokong pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Malang.

 

 

Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Ir. Tomie Herawanto, MP.

KEPALA Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Malang, Ir. Tomie Herawanto, MP, menjanjikan lima tahun lagi PAD dari sektor pariwisata bisa dinikmati. “Analisa sementara dari saya, jika tahun ini Bandara Abdurahman Saleh sudah menjadi Bandara Internasional, Insya Allah lima tahun ke depan kita sudah bisa menikmati tadi itu (PAD dari pariwisata-red),” terangnya, Rabu (20/03/2019).

“Apalagi jika nanti Tol Mapan (Malang-Pasuruan) tersambung ke JLS (Jalur Lintas Selatan), dan ini sudah kita usulkan ke Provinsi maupun pusat. Jika itu tersambung, maka wisatawan dari bandara bisa langsung ke JLS, saya rasa dengan begitu pariwisata kita akan berkembang pesat,” jelas Tomie.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa peta pariwisata di Malang Raya sudah terbagi, seperti untuk wisata buatan, maka dikonsentrasikan di Batu, dan pengembangan wisata alam di Kabupaten Malang.

“Wisata di Malang Raya ini sudah terbagi berdasarkan kesepakatan, Kota Batu untuk wisata buatan dan pengembangan wisata alam ada di Kabupaten Malang. Untuk kemudian Kabupaten Malang menyediakan penginapan apakah boleh? Boleh! Penginapan berbintang 4 atau 5 tidak harus berbentuk hotel, bisa penginapan alam seperti resort tapi fasilitasnya standar bintang lima,” beber Kepala Bappeda Kabupaten Malang.

Kurangnya sarana penunjang seperti hotel maupun penginapan, menyebabkan wisatawan selama ini hanya sekadar berkunjung ke tempat wisata Kabupaten Malang. Akibatnya pendapatan dari sektor wisata hanya didapat dari restribusi karcis masuk tempat wisata dan parkir, pendapatan ini pun masih harus dibagi dengan Perhutani sebagai pemilik lahan wisata pantai di pesisir Malang Selatan.

“Dengan Perhutani kita sudah bekerjasama, jika dahulu untuk pembebasan lahan untuk jalan kita harus mengganti, maka sekarang tidak. Dan pengelolaan obyek wisata dikelola oleh masyarakat setempat, ini pemberdayaan masyarakat yang bisa meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.

Dia pun berharap dengan meningkatnya status Bandara Abd Saleh, menjadi bandara internasional, akan banyak wisatawan yang datang ke Kabupaten Malang, sehingga bisa menarik pemodal untuk berinvestasi membangun penginapan atau hotel berbintang di Kabupaten Malang.” Kita sudah persiapan untuk hal itu, seperti penyambungan Tol Mapan ke JLS, kita harap ini segera menjadi pembahasan di pusat, meskipun baru rencana,” pungkasnya. (diy)