KUR, Tingkatkan Produktivitas Petani dan Peternak

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, peternak, dan pelaku usaha lainnya, pemerintah intensif memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang nilainya terus meningkat, hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Republik Indonesia, Darmin Nasution, Kamis (13/12/2018).

 

 

Penyerahan KUR Tani, untuk mesin dryer secara simbolik oleh Menko Bidang Perekonomian RI, Darmin Nasution di Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung.

DALAM acara launching dan penyerahan KUR untuk mesin pengering gabah atau dryer di Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Menko Bidang Perekonomian RI, menyampaikan bahwa KUR dahulunya adalah KUT (Kredit Usaha Tani) yang dikembangkan sejak tahun 2001. Dalam perkembanganya KUT yang berubah menjadi KUR lebih banyak penggunanya dari kalangan pedagang.

“KUR ini terus kami perbaiki, semestinya prioritas yang mendapatkan KUR adalah para petani, peternak atau pelaku wirausaha lainnya, bukan lagi pedagang. Dulu ditahun 2001 besaran KUR dalam setahun hanya berkisar Rp 3 Triliun, tapi sekarang sudah Rp 120 Triliun setahun,”papar Menteri Darmin.

Khusus untuk para petani dan peternak, pria yang pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia ini meminta kepada pihak Bank sebagai penyalur KUR, untuk memberi tenggang waktu kredit sesuai dengan yang dibutuhkan petani atau peternak.

“Jika para petani atau peternak hanya membutuhkan lima bulan yah kasih saja lima bulan. Jangan disuruh pinjam satu tahun agar bunganya genap,”perintah Darmin.

Bahkan untuk mempermudah para petani atau peternak mengajukan KUR, Menko Perekonomian menyarankan agar dibuatkan kartu tani. “Mengapa itu penting? Lewat kartu itu akan terecord, kapan KUR itu diajukan, dan kapan pelunasaanya, sehinga jika kemudian pengajuan lagi, prosesnya bisa cepat, tidak perlu menunggu lama lagi,”jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo yang turut mendampingi Menteri Darmin, menyampaikan bahwa KUR untuk mesin pengering gabah atau dryer sangat penting bagi petani. “Memasuki musim tanam Ormar (Oktober – Maret-red), seringkali kendalanya pada bulan Januari sampai Februari karena curah hujan yang tinggi,” papar Gubernur Jatim.

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini kemudian menambahkan, dengan intensitas hujan yang tinggi, seringkali menurunkan kualitas padi yang dihasilkan para petani. “Karena kandungan air dalam gabah masih relatif tinggi, namun dengan adanya mesin dryer, untuk pengeringan tidak lagi terpengaruh masalah cuaca. Hasilnya pun lebih baik, karena kandungan air dalam beras hanya sedikit, sehinga beras yang dihasilkan bermutu premium,”beber Pakde Karwo.

Dalam acara yang dihadiri oleh FORPIMDA Kabupaten Malang, Plt. Bupati Malang, Dandim 0818 Malang/Batu dan Kapolres Malang, Menko Darmin menyerahkan KUR untuk mesin dryer kepada para petani, yang dilanjutkan dengan menanam padi bersama, yang secara simbolik mengawali musim tanam Ormar 2018 -2019. (diy)