Kuli Bangunan Harakiri, Sayat Leher dan Tangan

*Reporter: jull dian

Sugeng Mashudi (29), warga Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan tewas bersimbah darah, Selasa (24/4/2018) di seputaran Jalan Kenongosari, Gang 3, Kelurahan Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

Jajaran Polsek Turen melakukan olah TKP di lokasi mayat Sugeng Mashudi (29), warga Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dia ditemukan tewas bersimbah darah, Selasa (24/4/2018) di seputaran Jalan Kenongosari, Gang 3, Kelurahan Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

KAPOLSEK TUREN, Kompol Adi Sunarto membenarkan kejadian yang menggegerkan warga Jalan Kenongosari,Gang 3 Kelurahan Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang tersebut. “Benar, ada penemuan mayat, seorang laki-laki yang diketahui bernama Muhamad Mashudi dengan luka di tubuhnya, pukul 05.45 tadi,” terangnya, Selasa (24/4/2018) di kantornya.

Petugas membawa mayat Sugeng Mashudi (29), warga Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur ke RSSA Malang dengan mobil ambulance.

Lebih lanjut, Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu Hari Eko Utomo menjelaskan, korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan ini tinggal bersama mertuanya di Jalan Kenonosari Turen.

“Dari keterangan yang kami dapat, pukul 04.00 WIB, korban terlihat berjalan mondar-mandir, kemudian masuk kamar. Selanjutnya, pukul 05.45 WIB, korban sudah ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya,”jelas  mantan Kaur Bin Ops Polres Malang ini.

Saat ditemukan,  korban dalam keadaan bersimbah darah, karena luka yang ada di tubuhnya. “Benar, ada luka sayatan di leher sebelah kiri, kemudian nadi pergelangan tangan kiri juga terdapat luka sayatan benda tajam serta luka bakar di telapak tangan kanan,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Turen.

Setelah dilakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), Polisi menemukan pisau dapur di dekat tubuh korban. “Dugaannya, pisau tersebut yang digunakan untuk menyayat tubuh korban. Kalau untuk luka bakar di tangan kanan, kemungkinan karena kesetrum. Karena di dalam kamar itu ada stop kontak yang berlumuran darah,” papar Hari.

Meski ditemukan luka di tubuh korban, Polisi belum bisa memastikan Mohamad Mashudi merupakan korban pembunuhan atau bunuh diri. Pasalnya, dari keterangan yang didapat petugas, sehari sebelumnya, korban mengeluh sedang mengalami masalah rumah tangga dan berniat melakukan upaya bunuh diri.

“Dari keterangan saksi, menyatakan seperti itu. Tapi kami belum bisa memastikan apakah korban sengaja melakukan upaya bunuh diri atau ada hal lain penyebab kematiannya. Hal itu masih kita dalami,” beber Hari.

Setelah dilakukan proses identifikasi dan olah TKP,  jenazah korvan dievakuasi oleh relawan PMI Kabupaten Malang, untuk selanjutnya dibawa ke IKF (Instalasi Kedokteran Forensik) Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.  “Jenazahnya dibawa ke RSSA untuk proses autopsi. Ini untuk memastikan korban meninggal dunia karena apa,”pungkas Kanit Reskrim Polsek Turen.  (*)