TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Bupati Malang, HM Sanusi saat di perkebunan kopi.

Kopi, Tetap Jadi Primadona Ekspor Kabupaten Malang

Bupati Malang, HM Sanusi saat di perkebunan kopi.

 

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR. COM – Ekspor Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada tahun 2019 naik sangat signifikan. Menurut catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, nilai ekspor mencapai USD 481.039.000,32. Padahal, tahun 2018, hanya USD 402.625.750,63. Ada  kenaikan USD 78.413.629,70 atau 19,48 %. Salah satu yang ikut mendongkrak nilai ekspor tersebut adalah kopi.

 

“MEMANG benar, ada peningkatan realisasi nilai ekspor pada tahun 2019. Nilainya sebesar USD 481.039.000,32. Sedangkan tahun 2018 hanya USD 402.625.750,63. Jadi ada peningkatan USD 78.413.629,70 atau 19,48 %. Salah satu produk yang kita ekspor adalah biji kopi. Dari tahun ke tahun, ekspor kopi dari Kabupaten Malang selalu bagus dan sangat diminati konsumen di luar negeri,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Dr. Agung Purwanto, MSi, Sabtu  (16/05/2020).

Petani sedang memetik kopi.

Mantan Staf Ahli Bupati Malang Bidang Perekonomian, Keuangan,  dan Pembangunan ini menjelaskan,  selain dari sisi nilai ekspor, jumlah negara tujuan pun ikut bertambah,  dari 53 negara pada tahun 2018,  menjadi 81 negara pada tahun 2019.  “Ada beberapa komiditas yang diekspor. Di antaranya, kulit, kerajinan kayu, kerajinan alumunium, mebel, tekstil, kopi, kakao, sepatu, rokok, dan sebagainya. Total ada 32 komoditas yang diekspor,” terangnya.

Dari sekian banyak komoditas ekspor tersebut,  rokok paling mendominasi. Nilainya mencapai USD 263.562.633, 95. Posisi kedua ditempati kopi, nilainya mencapai USD 56.930528,30.  “Ada sepuluh besar komoditas yang mendominasi ekspor Kabupaten Malang pada tahun 2019. Di antaranya, rokok, kopi, udang, alkohol, jelly, cengkeh, kulit, kayu, mebel,  dan tekstil,” terang Dr. Agung Purwanto, MSi yang  pernah menjabat  kepala bidang di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malang ini.

Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Dr. Agung Purwanto, menunjukkan kopi produksi petani Dampit.

Menurut catatan wartawan tabloidjawatimur.com, potensi kopi Kabupaten Malang, memang sangat luar biasa. Salah satu sentranya ada di Kecamatan Dampit. Kualitasnya pun nomor satu di dunia, sehingga kopi Dampit paling diburu pasar luar negeri.

Disperindag mencatat, ada beberapa eksportir kopi dari Kabupaten Malang. Di antaranya, CV. Kharisma Nusantara Jl. Raya Sumber Kembar, Dampit. PT. Asal Jaya Jl. Semeru Selatan, Dampit. PT. Gemilang Sentosa Permai Jl. Raya Singosari, CV. Dwi Jaya Jl. Pajang Dampit, dan PT. Anugerah Jl. Sumber Kembar Dampit.

Bupati Malang, HM Sanusi,  beberapa waktu lalu  mengatakan, kopi asal Dampit memang sudah dikenal seluruh penjuru dunia. “Sejak dahulu kopi Dampit sudah dikenal para penikmat kopi di dunia. Saya mengajak para petani kopi untuk  berinovasi guna meningkatkan nilai komoditas kopi yang ada melalui sajian, olahan, maupun kemasan,” katanya.

Dia menambahkan, kopi Indonesia, khususnya kopi dari Kabupaten Malang, adalah salah satu kopi terbaik di dunia. Berdasarkan topografi Kabupaten Malang, jenis tanaman kopi yang lebih sesuai adalah Robusta. Luas areal kopi Robusta di “Bumi Kanjuruhan” ini mencapai 11.928 Ha, baik tanaman menghasilkan, tanaman belum menghasilkan, maupun tanaman rusak. Sedangkan luas areal kopi Arabika  1.020 Ha.

Di tempat terpisah, Thomas, salah satu manajer CV Asal Jaya, eksportir kopi di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang menjelaskan, pada tahun 2017 lalu, volume ekspor kopi mereka sebesar 43 ribu ton. Turun 3 ton dibandingkan 2016 yang mencapai 46 ribu ton. Padahal kebutuhan pasar luar negeri saat itu sangat besar, jutaan ton per tahun. Sedangkan pasokan dari Indonesia hanya sekitar 400 ton per tahun. Sementara produksi dari Kabupaten Malang saja, hanya 18 ton setahun.

“Mengapa turun? Karena Eropa beralih ke Vietnam dan Brazil. Sebab, di dua negara ini, stok kopi selalu surplus. Sedangkan kita tidak stabil. Kadang naik, kadang turun. Namun demikian, dari sisi nilai ekspor, kami naik,” kata Thomas.

Rendahnya produksi kopi Indonesia, khususnya di Kabupaten Malang, membuat CV Asal Jaya ikut prihatin. Padahal dari sisi kualitas, sangat bagus. Untuk mendongkrak produksi, CV Asal Jaya melakukan kerja sama dengan Kementerian Desa. “Dalam hal ini kami melakukan pembinaan para petani kopi. Pembinaan itu dalam bentuk  penggantian bibit unggul agar produksi kopi 4 tahun ke depan,  1 ha bisa mencapai 3 ton. Kalau sekarang kan masih 8 kwintal per hektar,” jelas Thomas.

Selain memberikan pembinaan, CV Asal Jaya juga memberikan bantuan kambing etawa kepada para petani kopi tersebut. Kotorannya dipakai pupuk kandang,  sehingga bisa mengurangi pupuk subsidi pemerintah. Selain itu juga  bisa menghasilkan susu etawa. Sedangkan untuk tanaman sela, ditanami jahe. Dan di kebunnya sudah ada ternak lebah untuk menghasilkan madu. Sementara tanaman penaungnya pisang.

“Sehingga, belum panen saja, income petani yang kami bina ini sudah 200 %. Apalagi kalau sudah panen kopi, pendapatannya bisa mencapai 600 %. Padahal, kambingnya itu kan pasti beranak pinak, sehingga akan menambah penghasilan petani. Nah, sekarang kami tinggal menunggu  pemerintah saja. Kalau program yang kami jalankan ini bisa diterapkan secara nasional, sudah berapa banyak kenaikan produlsi kopi. Karena, dengan bibit unggulan, produksi bisa naik dari 8 kwintal per hektar menjadi 3 ton per hektar,” terang Thomas. (mat)

 

 

REALISASI NILAI EKSPOR 10 BESAR PRODUK KABUPATEN MALANG 2019

No. Produk Tahun 2018

(USD)

Tahun 2019

(USD)

1. Rokok 116.838.087.98 263.562.633.95
2. Kopi 131.113.756.83 56.930.526.30
3. Udang 0.00 40.781.855.00
4. Alkohol 0.00 38.540.377.41
5. Jelly 14.564.932.21 14.564.932.21
6. Cengkeh 6.249.695.00 13.979.169.00
7. Kulit 13.971.692.57 10.170.199.60
8. Kayu 13.771.292.45 10.060.119.63
9. Mebel 6.786.644.70 8.059.532.55
10. Tekstil 26.038.588.55 5.775.790.18