Kontribusi PDAM Untuk PAD Naik Drastis

Kontribusi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Malang, Jawa Timur terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik sangat signifikan. Pada tahun 2014 hanya Rp 2,392 miliar. Tahun 2015 naik menjadi Rp 7,467.

Tak ayal hal ini membuat Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna terpesona. Orang nomor satu di Kabupaten Malang ini memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja PDAM ini.
“Sumbangsih PDAM terhadap PAD yang telah melebihi ekspektasi tersebut sangat saya apresiasi. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada segenap keluarga besar PDAM Kabupaten Malang, diiringi harapan dapat mempertahankan prestasi tersebut sehingga dapat terus memberikan kontribusi maksimal bagi jalannya pembangunan daerah,” kata bupati, kemarin siang.
Ini semua tak lepas dari kesadaran para pelanggan yang telah membayar rekening tepat waktu.
Di sisi lain, ini pun tak lepas dari upaya peningkatan pelayanan oleh PDAM melalui System Online Payment Point (SOPP), sehingga pembayaran rekening menjadi lebih mudah bagi pelanggan.
Sedangkan untuk water losses masih mencapai 27,05 %, belum memenuhi standar nasional sebesar 20%.
Bupati mengharapkan agar ke depan water losses ini dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga mampu menekan tingkat pemborosan dari air baku yang tersedia, dan perlu terus dilakukan langkah efisiensi dalam menekan tingginya biaya operasional atau penghematan belanja perusahaan.
Saat ini PDAM Kabupaten Malang mengelola 46 sumber air baku yang terdiri dari 36 mata air, 7 air bawah tanah dan 3 air permukaan dengan pelayanan menggunakan sistem gravitasi mencapai 80 %.
“Untuk itu harusnya dalam penggunaan biaya produksinya dapat lebih efisien dan dapat menunjang serta meningkatkan pembangunan infrastruktur maupun sarana prasaran lainnya,” kata bupati.
PDAM didirikan dengan tujuan untuk mewujudkan pelayanan terhadap kebutuhan air bersih masyarakat. Dengan dasar itu, diharapkan PDAM mampu menjalankan visi dan misinya agar dapat menyelenggarakan kuantitas, kualitas maupun kontinuitas pelayanan air bersih dalam wadah perusahaan yang sehat dan profesional guna memenuhi kebutuhan akan kepentingan air bersih/higienis.
Karena itu, dalam kapasitasnya sebagai Perusahaan Daerah yang memiliki 2 orientasi, yaitu sosial dan profit, senantiasa perlu adanya aktivitas yang mengarah pada meningkatnya kinerja dan pelayanan, meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan fungsi manajemen pengelolaan serta mampu memberikan kontribusi kepada daerah.
Sedangkan cakupan pelayanan air bersih yang hingga akhir tahun 2015 baru berkisar 26,41% dari seluruh warga masyarakat Kabupaten Malang dengan jumlah pelanggan sebesar 93.856 sambungan rumah yang tersebar pada 25 Unit Pelayanan.*