Konflik Belum Beres, Wisuda Mahasiswa Unikama Jalan Terus

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR.COM – Meskipun konflik internal di Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), Jawa Timur,  belum usai, namun Rektor Unikama, Dr. Pieter Sahertian tetap akan melaksanakan wisuda, Sabtu (05/05/2018) mendatang. Pasalnya, semua mahasiswa sudah mengikuti yudisium  Jumat, (23/02/2018) lalu.

 

Situasi kampus Universitas Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, saat terjadi konflik, Senin (30/04/2018).

PIETER menjelaskan, sesuai kalender akademik kampus, wisuda akan tetap digelar sesuai jadwal. Mengingat, kewajiban mahasiswa sudah terpenuhi, sehingga mereka tinggal mendapatkan haknya.

Rektor Universitas Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Dr. Pieter Sahertian.

“Sesuai jadwal, tetap dilaksanakan wisuda. Para mahasiswa sudah memenuhi kewajibannya. Kini giliran haknya harus diberikan. Calon wisudawan itu, sudah ada nomor ijazahnya,” tutur Rektor Unikama, Piter Sahertian, Senin (30/04/2018) di kampusnya.

Ia melanjutkan, jumlah mahasiswa yang akan diwisuda sebanyak  614 orang. Untuk program S2 ada 6 orang dan sudah terverifikasi. Selain itu, imbuhnya, pelaksanan wisuda sudah diinformasikan kepada wali mahasiswa. “Akan sangat beresiko jika tidak digelar wisuda,” tegasnya.

“Kami berharap, acara wisuda tidak terpengaruh oleh situasi konflik. Mengingat, yang berkonflik adalah yayasan. Jadi,  jangan sampai mahasiswa menjadi korban dengan tidak menerima haknya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Universitas Kanjuruhan Malang memang telah mendapat sanksi berat dari Kemenristekdikti akibat konflik internal. Sanksi itu meliputi tidak boleh menerima mahasiswa baru, tidak boleh menerima hibah keuangan, tidak boleh membuka prodi (program studi) baru. Namun dalam sanksi itu, tidak ada larangan menggelar wisuda. (ide)