TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Deklarasi anti teroris di Pondok Pesantren An Nur 1 Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, bersama para ulama dan Dandim 0818 Malang - Batu, Letkol (Inf) Fery Muzzawa.

Kodim 0818 – Santri Ponpes An Nur Bululawang Tidak Takut Terorisme

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR.COM – Menyikapi serangan teror bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel,  Surabaya, Minggu (13/05/2018) pagi, Kodim 0818  Kabupaten Malang – Kota Batu bersama para santri Pondok Pesantren An Nur Bululawang, Kabupaten Malang.  Jawa Timur, melakukan deklarasi tidak takut pada terorisme.

 

Deklarasi anti teroris di Pondok Pesantren An Nur 1 Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, bersama para ulama dan Dandim 0818 Malang – Batu, Letkol (Inf) Fery Muzzawa.

 

Dandim 0818 Malang – Batu, Letkol (Inf) Fery Muzzawa.
KH. Ahmad Fahur Rozi Burhan, pengasuh Ponpes An Nur 1 Bululawang, Kabupaten Malang.

DIDAMPINGI Dandim 0818 Letkol (Inf) Fery Muzzawa, KH. Ahmad Fahur Rozi Burhan, selaku pengasuh Ponpes An Nur 1 Bululawang serta puluhan santri yang baru diwisuda, menyatakan tidak takut dengan segala bentuk aksi terorisme.

Kepada awak media,  KH. Fahrur Rozi dengan lantang mengecam dan mengutuk aksi teror yang mengatasnamakan ajaran agama. “Islam tidak seperti itu. Ajaran kekerasan seperti itu tidak ada di agama Islam. Islam itu rahmatan lil alamin. Jangan salah menafsirkan jihad. Jihad bukan seperti itu,” tegasnya, Minggu (13/05/2018).

Senada dengan KH. Fahrur Rozi, Dandim 0818 Malang – Batu, Letkol (Inf) Fery Muzzawa juga mengutuk perbuatan teror yang berkedok ajaran agama Islam. “Dalam agama yang saya anut, Islam tidak mengajarkan seperti itu. Juteru perbuatan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam. Hari ini,  kita bersama para santri Ponpes An Nur dan jajaran pengasuh, menyatakan tidak takut dengan segala bentuk aksi teror. Kami mengutuk keras perbuatan terorisme,” tutur Ferry.

Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Kabupaten Malang pasca aksi teror Gereja di Ngagel Surabaya, Dandim menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Namun masyarakat diminta  meningkatkan kewaspadaan.

“Masyarakat jangan panik dan takut,  karena tujuan terorisme adalah untuk menimbulkan rasa takut dan resah. Kami, dari Kodim 0818 dan Polres Malang sebagai aparat keamanan, menjamin keamanan masyarakat Kabupaten Malang,” tegas Dandim.

Untuk memberikan rasa aman kepada warga masyarakat, Kodim 0818 akan mengerahkan 700 personilnya g untuk memback-up Polres Malang. “Intensitas patroli dan penjagaan obyek vital, serta rumah ibadah,  akan kita tingkatkan. Namun upaya tersebut akan lebih maksimal jika masyarakat ikut waspada. Berhati-hati, dan melaporkan kepada pihak berwajib jika ada yang mencurigakan,” papar Dandim 0818 Malang-Batu.

Secara terpisah, Kapolsek Bululawang, Kompol Supari saat ditemui di kantornya menyatakan, jajaran Kepolisian Republik Indonesia sekarang menetapkan status siaga 1. “Instruksi dari Kapolri pasca kejadian di Surabaya, semua jajaran Kepolisian di Indonesia saat ini siaga 1. Kita perketat keamanan dengan melakukan patroli skala besar dan penempatan personil bersenjata lengkap di obyek vital dan rumah  ibadah,” terangnya.

Bahkan untuk meningkatkan keamanan, semua Polsek, menurut Supari, diinstruksikan untuk memasang barikade kawat berduri. “Instruksi dari pimpinan agar semua Polsek memasang barikade,” pungkas Supari.  (diy)