KH. Abdul Ghufron Al Bantani – Panglima TNI Gagas Gerakan Sambung Roso

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) UNIQ Nusantara, KH M Abdul GHufron Al Bantani bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggagas gerakan Sambung Roso, Sambung Oyot Nusantara. Bahkan, dikabarkan, Kapolri, Danjen Kopasus, Pangkostrad juga hadir di acara tersebut.

 

Bangunan Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) UNIQ Nusantara, Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) UNIQ Nusantara, KH M Abdul GHufron Al Bantani.

RENCANANYA, gagasan tersebut akan dilaunching di Ponpes UNIQ Nusantara di Jl. Dulamin RT. 01 RW. 01, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur,  Minggu (30/12/2018).

“Saat launching nanti, akan diselenggarakan pengajian yasinan kubro. Akan dihadiri langsung Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,” tutur KH M Abdul, Kamis (27/12/2018).

Santri Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) UNIQ Nusantara, Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Ia menambahkan, gerakan Sambung Roso, Sambung Oyot Nusantara itu, untuk menyambungkan dan menyatukan seluruh kalangan yang ada di Indonesia. Mulai dari kalangan bawah, hingga  kalangan atas. “Dari kalangan umaro, ulama, TNI, Polisi hingga masyarakat umum,” lanjutnya.

Menurutnya, acara tersebut pertama kali dilaksanakan di Ponpes UNIQ Nusantara. Dia berharap acara itu bisa menjadi acara rutin setiap tahun.

“Yasinan kubro itu, untuk menyambungkan akar rumput. Makanya,  kami sebut Sambung Oyot Sambung Rasa. Dengan adanya persatuan para ulama, masyarakat, umaro, TNI  dan Polri akan menciptakan keutuhan Pancasila dan Merah Putih NKRI, “ imbuhnya.

Ia berharap, dengan kedatangan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan seluruh elemen lainnya, mampu memberikan sinergi,  membangkitkan rasa yang sama, saling bahu- membahu dan gotong royong dalam berbangsa dan bernegara.

“Jadi ini adalah sebuah falsafah atau prinsip sekaligus doa bagi bangsa dan masyarakat kita.   Ibarat kaidah kehidupan, tiada tanaman yang tanpa akar.  Dengan pertumbuhan akar yang baik,  akan menopang pohon yang kuat dan berbuah,” pungkasnya.  (ide)