Ketua DPRD-Gubernur-Muslimat Brantas Narkoba

Ketua DPRD Jawa Timur Abdul Halim Iskandar dan Gubernur Jawa Timur Soekarwomendukung deklarasi anti narkoba yang digelar Muslimat NU di Surabaya, Minggu (22/05/2016). Sebab, narkoba sudah mengancam warga negeri ini.

“Muslimat adalah organisasi yang luar biasa. Organisasi ini harus menjadi agen perubahan dalam masyarakat. Saya yakin kalau Muslimat bergerak, persoalan narkoba tidak akan sulit untuk diatasi,” kata Pakde Karwo menyanjung organisasasi yang diketuai Khofifah ini, Minggu (22/05/2016).
Sementara itu Pak Halim menjelaskan saat ini Indonesia sedang darurat bahaya narkoba. Dalam sehari, kata Pak Halim, distribusi peredaran narkoba di Indonesia cukup memprihatinkan. “Itulah sebabnya sekarang kita harus kuatkan barisan dalam rangka berantas narkoba. Karena dari peredaran inilah semuanya dimulai,” ujar Pak Halim.
Pak Halim juga menjelaskan, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menguatkan pendidikan anak di tingkat keluarga. Muslimat merupakan organisasi luar biasa yang akan menjadi ujung tombak dalam pemberantasan narkoba. Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, dengan dideklarasikannya anti-narkoba tersebut, muslimat punya sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dilakukan bersama-sama. Semua pihak, kata Khofifah, harus dirangkul hingga tingkat desa.
“Salah satu PR yang perlu disiapkan adalah penyuluh tingkat ranting. Ini harus segera kita lakukan secara bersama-sama. Tentu harapannya tidak hanya untuk kebaikan kita semata, namun untuk masa depan anak-cucu kita,” ujar Menteri Sosial RI ini.
Khofifah menambahkan, laskar antinarkoba yang dibentuk di tingkat ranting (setingkat desa) sangat penting, sebab mereka lebih dekat dengan warga. Mereka bisa memberikan informasi ke warga tentang bahaya narkoba, ciri-ciri orang yang kecanduan napza.
Deklarasi tersebut dipungkasi dengan membubuhkan tandatangan pada sebuah kain kosong. Selain Pak Halim, Pakde Karwo, Khofifah dan sejumlah tokoh yang hadir dalam kesempatan tersebut juga ikut membubuhkan tandatangan.* (beritajatim.com)