Ketahui Pasokan dan Harga Pangan, DKP Kembangkan Tiga Sistem

Ir. M. Nasri Abdul Wahid, M.Eng, Sc, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang memperlihatkan salah satu aplikasi informasi berbasis teknologi informatika.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Jawa Timur,  mengembangkan sistem aplikasi untuk melakukan pendataan dan mengetahui ketersediaan pangan di masyarakat.

 

KEPALA Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang, Ir. M. Nasri Abdul Wahid, M.Eng, Sc, menyampaikan, untuk bisa menyediakan dan mengetahui cadangan pangan di Kabupaten Malang, pihaknya mengembangkan tiga sistem aplikasi dengan menggunakan kemajuan teknologi.

Salah satu aplikasi informasi berbasis teknologi informatika.

“Jika dahulu untuk memperoleh data, petugas harus datang langsung ke masyarakat, dengan internet, hal itu diatasi. Kita gunakan IT untuk efisiensi kinerja. Kami komitmen membangun sistem di DKP. Saat ini ada beberapa sistem aplikasi yang sudah kami kembangkan, bahkan ada yang baru pertama kali di Indonesia,” terang Nasri, Minggu (17/03/2019).

Sistem aplikasi yang bisa digunakan melalui smart phone berbasis android yang dikembangkan DKP,  seperti Si Mata Elang, Si Lumpang Emas dan Sinta Harapan.

“Si Mata Elang adalah Sistem Informasi Mata Rantai Elemen Pangan, yang kami kembangkan untuk mengetahui pasokan atau ketersediaan pangan masyarakat. Data yang kami dapat melibatkan para pengusaha selepan (penggilingan padi) dan teman-teman pengumpul beras di lapangan,”jelas Nasri.

Selain Si Mata Elang, ada lagi aplikasi Si Lumpang Emas yang merupakan akronim dari Sistem Informasi Lumbung Pangan Masyarakat. Menurut Nasri, ini adalah sistem aplikasi untuk mengetahui prosentasi hasil panen masyarakat, berapa yang dijual, dan berapa yang disimpan.

“Saat  panen yang dilakukan masyarakat, hasilnya ada yang diperjualbelikan dan disimpan. Jadi ini merupakan sistem informasi untuk kios pangan desa,” bebernya.

Aplikasi yang menjadi kebanggaan DKP Kabupaten  Malang adalah Sinta Harapan, kependekan dari Sistem Informasi Data Harga Pangan. Kelebihan aplikasi ini adalah bisa untuk memantau pergerakan atau fluktuasi harga pangan di pasar.

“Melalui aplikasi ini,  ketika harga naik, kita bisa dengan cepat mengetahuinya indikatornya yaitu harga dan pasokan. Mengapa? Karena kita langsung melibatkan para pedagang pasar dan konsumen. Ini yang selama ini belum dilakukan,” jelas Nasri.

Di dalam aplikasi Sinta Harapan, menurut Nasri, sudah ada daftar harga pangan dan pasokan yang akan diisi oleh para pedagang dan konsumen di pasar yang sudah mengunduh dan mengunakan aplikasi ini. “Masyarakat atau kami menyebutnya agen, yang sudah memiliki aplikasi ini tinggal mengisi daftar harga, apakah kenaikan atau tidak atau malah harga turun. Begitu pula untuk pedagang pasar, hanya untuk pedagang,”paparnya.

Dengan adanya tiga aplikasi yang dikembangkan DKP, maka jumlah pasokan maupun hasil panen dan harga di pasar untuk bahan pangan bisa diketahui secara real time. “Karena data kami dapat langsung dari masyarakat, dan diolah secara otomatis melalui aplikasi, maka data yang kami dapat real time. Ini yang menguntungkan, kami bisa dengan cepat melakukan analisa dan kajian mengenai ketahanan pangan kita. Namun begitu, agar sistem aplikasi ini berjalan maksimal, maka perlu keterlibatan semua pihak, mulai dari petani, perangkat desa, pedagang pasar dan masyarakat sebagai konsumen,” pungkas mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Malang ini. (diy)