Kepala SMAN 9 Kota Malang Jadi Kasek Berprestasi Jawa Timur

SURABAYA, TABLOID JAWA TIMUR.COM –  Kepala SMAN 9 Kota Malang, Jawa Timur, Dr. Abdul Tedy, terpilih sebagai kepala sekolah SMA/SMK berprestasi nomor dua se Provinsi Jawa Timur, Jumat (11/05/2018) di Surabaya.

 

Kepala SMAN 9 Kota Malang, Jawa Timur, Dr. Abdul Tedy menerima penghargaan sebagai kepala sekolah SMA/SMK berprestasi nomor dua se Provinsi Jawa Timur.
Kepala SMAN 9 Kota Malang, Jawa Timur, Dr. Abdul Tedy bersama peserta seleksi kepala sekolah SMA/SMK berprestasi se Provinsi Jawa Timur.

SEBELUM mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Jawa Timur, Abdul Tedy telah berhasil menjadi yang terbaik di tingkat Kota Malang. “Dari hasil di Kota Malang, selanjutnya saya diikutkan dalam seleksi di tingkat provinsi, mewakili Kota Malang. Alhamdulillah, saya terpilih menjadi kepala sekolah berprestasi nomor dua setelah Ngawi,” katanya, Minggu (13/05/2018) di Malang.

Ditemui di sela-sela olah raga bulutangkis di GOR Buto, Candirenggo, Singosari, Kabupaten Malang, Minggu pagi, kepala sekolah yang memang hoby bulutangkis ini pun merasa bersyukur atas torehan prestasinya ini. Setidaknya, prestasi ini membawa nama baik Kota Malang, khususnya SMAN 9 Kota Malang, tempat dia mengabdi.

Kepala SMAN 9 Kota Malang, Jawa Timur, Dr. Abdul Tedy istirahat setelah olah raga bulutangkis.

Sejatinya, masih kata mantan guru  SMAN 4 Kota Malang ini, dalam seleksi tingkat Jawa Timur tersebut, dia terpilih menjadi juara pertama. “Tapi karena ada aturan dari pusat (Kementerian Pendidikan Nasional) bahwa minimal harus bekerja tiga tahun di tempat asalnya, akhirnya saya turun di posisi kedua, karena saya baru dua tahun menjadi Kepala Sekolah SMAN 9 Kota Malang. Selanjutnya juara dua naik menjadi juara pertama,” katanya.

Meski demikian, pengajar yang tinggal di Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ini tetap bersyukur atas raihan yang dicapai. Sebab banyak hal-hal baru yang didapat dalam seleksi ini. “Setidaknya saya menjadi tahu bahwa materi seleksi memang sangat padat dan ketat,” katanya.

Beberapa materi yang diujikan di antaranya seleksi portofolio, karya ilmiah, presentasi karya ilmiah, psikotes, wawancara. Semuanya yang ngetes dari berbagai perguruan tinggi, LPMP, Dinas Pendidikan, widyaiswara, dan pengawas.  (mat)