Kemarau, Pengunjung Pantai Waspadai Ubur Ubur

Kalau tersengat ubur- ubur (schypozoa) segera minta tolong kepada petugas medis yang selalu siaga di pantai. Tampak petugas kesehatan dari PMI Kabupaten Malang, Jawa Timur membantu salah satu wisatawan yang tersengat ubur-ubur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H/2018 yang bertepatan dengan datangnya musim kemarau, menyebabkan munculnya ubur-ubur (schyzopoa) di sekitar pantai. Mengantisipasi sengatan ubur-ubur, Direktur Utama PD. Jasa Yasa, Ahmad Faiz Wildan sebagai pengelola Pantai  Balekambang menghimbau kepada pengunjung agar berhati-hati.

 

WILDAN menyampaikan, musim kemarau merupakan waktunya hewan laut lunak yang mirip agar-agar ini muncul ke permukaan. “Dari pengalaman tahun sebelumnya, ketika musim kemarau tiba, sering muncul ubur-ubur di pantai -pantai yang ada di Kabupaten Malang. Untuk itu saya himbau kepada para wisatawan, khususnya pengunjung Pantai Wisata Balekambang, agar berhati-hati. Jangan menyentuh hewan yang nampak tidak berbahaya itu. Karena sengatannya sangat menyakitkan,” jelasnya, Selasa (19/06/2018).

Inilah hewan laut jenis ubur- ubur (schypozoa) yang banyak muncul di pantai saat kemarau seperti sekarang.

Namun Wildan berharap agar para wisatawan tidak perlu takut berwisata ke pantai. “Tidak perlu takut datang ke pantai. Seandainya tersengat, jangan panik. Segera minta pengobatan ke posko kesehatan yang ada di pantai. Paramedis siap memberi pertolongan,” sarannya.

Secara terpisah, Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Aprilijanto, SE,MM, menerangkan, pada musim kemarau, air laut menjadi dingin, sehingga binatang laut yang juga dikenal dengan sebutan jelly fish dan mempunyai bentuk medusa atau cangkir terbalik ini, akan naik ke permukaan. Hewan laut lunak ini, saat menyengat, akan menyuntikan bisa melalui tentakelnya bila tersentuh atau terinjak.

“Yang perlu diwaspadai adalah sengatan ubur – ubur yang bisa menimbulkan efek mual, muntah, pusing dan sesak nafas. Dalam kondisi tertentu,  korban yang tersengat bisa pingsan,”terang April.

Menurut April, jika seseorang tersengat ubur-ubur di pantai, segera mencari Posko Kesehatan untuk segera mendapatkan pengobatan. “Biasanya, paramedis akan memberi obat penghilang nyeri dan antibiotik. Namun dalam keadaan darurat, untuk meredakan efek sengatan, bisa digunakan perasaan air tembakau yang dikompreskan,” pungkasnya. (diy)