Kekeringan, 310 Hektar Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kekeringan di Malang Selatan semakin meluas tidak hanya membawa dampak pada manusia kekurangan air bersih namun juga ancaman gagal panen pada lahan pertanian seluas 310 hektar.

 

 

Lahan pertanian seluas 310 hektar yang terancam gagal panen akibat kekeringan.

HAL INI diungkapkan Kepala Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Mamik Misniwati kepada awak media beberapa waktu lalu.

“Total disini ada lahan pertanian seluas 310 hektar terancam gagal panen akibat kekeringan di musim kemarau,” tandas Mamik.

Seperti diketahui, kekeringan di Malang Selatan semakin meluas. Krisis air bersih dialami ribuan warga yang tinggal di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Lahan pertanian seluas hampir 310 hektare juga terancam gagal panen, karena kurangnya ketersediaan air.

Wilayah terparah karena dampak kekeringan berada di Desa Sitiarjo dan Desa Kedungbanteng. Ribuan warga yang tinggal di dua desa tersebut kesulitan mendapatkan air bersih. Kepala Desa Sitiarjo Mamik Misniwati menyatakan, kekurangan air disebabkan menurunnya debit mata air yang selama ini menjadi penompang warga untuk mendapatkan air bersih.

“Jika hujan belum juga turun, maka debit sumber air bisa semakin mengecil dan tentunya tak cukup memenuhi kebutuhan warga. Area pertanian juga terancam gagal panen, karena irigasi tak menyalurkan air,” ungkap Mamik.

Dia mengaku, kekeringan terparah berada di Dusun Krajan Kulon. Warga yang tinggal di RT 32, 30, 35 dan 57, kesulitan mendapatkan air. Karena debit sumber air yang mengecil tak mampu menyuplai tandon yang dimiliki warga di desa berpenduduk 7 ribu jiwa ini.

“Di sana ada sekitar 100 KK. Memang masih ada tandon air yang bisa digunakan. Tetapi debit sumber air terus mengecil, takutnya nanti tak bisa terisi lagi tandon, dan juga sumur warga yang kondisi turut mengering,” terangnya. (hadi)