TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar memberikan keterangan pers.

Kecelakaan Pick Up Diduga Karena Human Error

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sopir mobil pick up L300 N 9610 BD, Mohammad Asim (44), warga Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang mengalami laka tunggal di Jl. Raya Dusun Simpar, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, hingga Kamis (27/05/2021`) belum bisa dimintai keterangan.

 

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menjenguk korban laka tunggal di RS Saiful Anwar.

 

HAL INI disampaikan Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat menjenguk korban kecelakaan di IGD Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Kamis (27/05/2021).

Ia menerangkan, dari 4 korban yang dirawat di RSSA Malang, salah satunya adalah sopir  pickup L300 yang menabrak pohon jowar di pinggir jalan. “Hingga saat ini, driver L 300 belum bisa dimintai keterangan. Yang bersangkutan mengalami luka di kepala. Perutnya  diduga kena setir. Selain itu juga ada luka di bagian kaki,” terangnya saat di RS Saiful Anwar Malang.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar memberikan keterangan pers.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menambahkan, pemeriksaan sudah dilakukan terhadap 6 orang saksi. Beberapa saksi itu kebanyakan dari warga sekitar kejadian. Dari hasil olah TKP,  kecelakaan diduga karena human eror. “Yang pasti, itu kecelakan tunggal, karena tidak melibatkan kendaraan lain. Namun yang pasti sopir akan dimintai keterangan. Namun saat ini belum bisa dilakukan. Dugaan sementara, sopir mengantuk,” terangnya.

Dari beberapa saksi di lokasi, diperoleh keterangan, mobil melaju tidak terlalu kencang. Selain itu tidak ditemukan bekas pengereman di jalan. Lokasi kejadian juga bukan jalan yang rawan kecelakaan.

Kecelakaan itu mengakibatkan 8 orang meninggal, meliputi  6 perempuan dewasa dan 2 orang anak berusia 7 tahun dan 5 tahun. Pick up tersebut membawa 14 orang. Dari jumlah itu,  4 orang di depan,  terdiri dari sopir, 2 orang perempuan,  dan 1 anak yang dipangku.

“Yang di depan ada  4 orang. Untuk ibu dan anak meninggal. Sementara driver dan satu orang lagi, masih dalam perawatan.  Dua  orang lagi yang luka dirawat di RS Sumber Sentosa,  Tumpang,” terang Hendri

Sementara itu, yang duduk di belakang, ditumpangi 10 orang. Dari jumlah ini, 6 orang meninggal dunia, 4 orang  mengalami luka – luka. Yang luka, dua orang dirawat di RSSA, yang dua lagi dirawat di  Rumah Sakit Sumber Sentosa, Tumpang. (aji/mat)