Kampanyekan Keberagaman, FIB Gelar Kirab Budaya

Kirab Budaya FIB UB yang menggambarkan keberagaman Nasional dan Internasional.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Keberagaman yang dirasa semakin mahal, kini ditepis Fakultas Ilmu Budaya Univesitas Brawijaya (FIB UB) dengan gelaran ‘Kirab Panji Budaya’, Kamis (27/09/2018).

 

KIRAB yang digelar sebagai bagian mengangkat keberagaman budaya, juga dalam rangkaian Dies Natalis Fakultas Ilmu Budaya (FIB) ke-9 Universitas Brawijaya. Diberangkatkan Dekan FIB UB Prof. Dr. Agus Suman, S.E., DEA dari depan Gedung B FIB, melewati bundaran tugu UB, depan rektorat, dan berakhir di depan gedung A FIB.

“Kebersamaan yang ditunjukkan FIB UB patut dicontoh fakultas lain. Karena menurut saya kebersamaan merupakan hal yang mahal harganya,” tutur Wakil Rektor Bidang akademik UB, Prof Kusmartono.

Parade budaya sebagai bukti UB, khususnya Fakultas Ilmu Budaya menjunjung kebersamaan meskipun berasal dari berbagai macam budaya yang berbeda.

“Semoga FIB UB menjadi fakultas terpandang baik di Indonesia maupun dunia. Kedepan saya berharap FIB UB bisa berkontribusi besar dalam perkembangan,” terang Dekan FIB, Prof Agus Suman.

Karnaval diikuti kontingen budaya mulai TENDIK yang memakai baju adat Indonesia, kontingen internasional dari mahasiswa Darmasiswa dan komunitas Korea, kontingen Pendidikan Bahasa Indonesia (Dikasasindo) menggunakan kostum Epos Rama Sinta.

Selain itu, kontingen Pendidikan Bahasa Inggris (PEBASIS) dengan kostum Apache lengkap dengan kudanya, kontingen Pendidikan Jepang (Budaya Jepang), Kontingen Perancis, Kontingen Antropologi dengan baju adat Bali, kontingen Seni Rupa dengan adat Dayak, dan Sastra Inggris dengan baju Koboi.

“Pawai ini, pengalaman pertama kali. Di negara kami, tidak ada pawai seperti di FIB ini,” jelas mahasiswa Darmasiswa dari Korea Selatan, Byungju Shim. (ide)