Kabupaten Malang Surplus Beras 78 Ribu Ton

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Pasokan beras di Kabupaten Malang, Jawa Timur  pada 2018 tidak ada kendala. Bahkan mengalami surplus 78 ribu ton. Sedangkan tahun 2017 surplus 75 ribu.

 

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab Malang, M.Nasri Abdul Wahid

KEPALA Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, M. Nasri Abdul Wahid, Kamis (20/12/2018), menjelaskan, capaian 2018 lebih baik dari pada  2017.

Petani panen padi (ist)

“Catatan sampai Desember 2018, neraca pangan kita  aman dalam arti normal. Capaian produksi pangan utama, tumbuh sampai 2 % – 3%. Kalau tahun 2017 kita surplus 75 ribu ton beras. Tahun 2018 surplus 78 ribu ton,” ungkap Nasri.

Di samping tanaman pangan utama, menurut Nasri, produksi tanaman non pangan, pada 2018,  juga mengalami surplus. “Kecuali untuk tanaman non pangan seperti bawang putih dan kedelai yang agak susah pengembangannya,  bahkan untuk Jawa Timur,” jelasnya.

Target untuk 2019, mantan Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ini tidak berani berandai -andai. “Selama ini kita sudah on the track. Bisa mempertahankan capaian kita tahun ini saja,  saya kira sudah lumayan. Ke depan, kita akan memperbanyak penggunaan benih yang tahan hama dan wereng, sehinga produksi per hektar bisa mencapai 8 – 9 ton,” harap Nasri.

Kendala yang dihadapi di lapangan, menurut dia adalah penyediaan benih yang belum bisa dilakukan secara mandiri, serta semakin menyusutnya lahan pertanian produktif.

“Kendala kita memang di lahan yang semakin menyusut, namun untungnya tahun 2019 sudah ada Perbup yang mengatur LP2B (Lumbung Pertanian Pangan Berkelanjutan). Sudah jadi tinggal disahkan saja perbupnya. Jadi jika mengacu aturan itu, jika ada teman investor yang mau memakai lahan LP2B, sebagai konsekuensi,  harus menyediakan lahan pengganti yang luasnya tiga kali lipat. Hal ini yang membuat kami percaya diri untuk 2019 ketahanan pangan kita aman, ” pungkasnya.  (diy)