Jutaan Jamaah Haji Kembali ke Makkah, Jamarot Sepi

Jamarot sepi, jamaah haji yang pakai kursi roda bisa melempar jumroh dengan leluasa.

MINA, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Jutaan jamaah haji dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia, sudah meninggalkan Mina, sejak Selasa (13/08/2019). Puncaknya, mereka harus sudah meninggalkan Mina dan kembali ke Makkah pada Rabu (14/08/2019). Selanjutnya para jamaah haji melaksanakan towaf ifadoh dan sai haji.

 

PARA JAMAAH haji berada di Mina sejak Minggu (11/08/2019) setelah sebelumnya bermalam di Musdalifah pada Sabtu (10/08/2019) malam. Sebelum bermalam di Musdalifah, para jamaah haji tumplek blek di Arofah sejak Jumat (09/08/2019) siang untuk melakukan wukuf pada Sabtu (10/08/2019).

Beginilah situasi di lantai dua, tempat dilakukannya melempar jumroh.

Setelah wukuf di Arofah dan bermalam di Musdalifah, jutaan jamaah haji, pada Minggu (11/08/2019) pagi, setelah sholat subuh, langsung bergeser ke Mina untuk melempar jumroh ula, wustho dan aqobah.

Bagi jamaah haji yang mengambil “program” nafar awal, mereka cukup tinggal di kemah di Mina selama tiga hari, terhitung sejak Minggu (11/08/2019) hingga Selasa (13/08/2019) pagi. Setelah selesai melempar jumroh, bisa langsung pulang ke tempat tinggalnya di Makkah.

Namun bagi jamaah haji yang mengambil “program” nafar sani, harus tinggal di Mina selama empat hari, karena mereka harus melempar jumroh selama empat kali (empat hari), terhitung Minggu (11/08/2019) dan baru pulang pada Rabu (14/08/2019) pagi.

Para jamaah haji berjalan kaki sekitar 3 km dari kemah menuju Jamarot, tempat dilakukannya melempar Jumroh Ulo, Wustho, dan Aqobah.

Seperti yang dilakukan jamaah haji asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang tergabung dalam KBIH Al Muchsinin Lawang. Sebanyak 98 jamaah haji memilih nafar sani, sehingga mereka baru kembali ke Makkah pada Rabu (14/08/2019) pagi.

“Apakah mau pilih nafar sani atau nafar awal, itu pilihan jamaah haji. Terserah mereka saja. Tak ada pengaruhnya dalam beribadah,” kata Ketua Kloter 18 Embarkasi Surabaya, Muhajir yang terus mengawal 450 jamaah haji asal Kabupaten Malang.

Dari pantauan wartawan TABLOIDJAWATIMUR.COM di Jamarot (lokasi melempar jumroh) Rabu (14/08/2019) pagi, sekitar pukul 06.00 waktu Mina atau sekitar pukul 10.00 WIB, tak banyak jamaah yang melempar jumroh di lantai dua. Bahkan terkesan longgar, sehingga para jamaah dengan mudah melempar jumroh tanpa harus berdesakan dengan jamaah lain.

Bahkan, jamaah haji yang resiko tinggi karena sakit dan usia lanjut pun dapat dengan leluasa melempar jumroh. Seperti yang dilakukan H. Buang dari Pakisaji dan H. Nasirun dari Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dengan duduk di kursi roda, penderita stroke ini dengan mudahnya melempar jumroh ula, wustho dan aqobah. (rahmat, mina)