Jelang Pemilu, Muspika Singosari Himbau Warga Jaga Kamtibmas

Patroli menjaga kondusifitas kamtibmas yang dilakukan jajaran Polsek dan Muspika Singosari.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Mendekati pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden yang tinggal menghitung hari, jajaran Muspika Singosari, Kabupaten Malang, menghimbau kepada warganya agar meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga kamtibmas agar dalam suasana kondusif. 

 

SEPERTI diketahui, Singosari merupakan salah satu daerah poros sebagai pintu masuk ke Kabupaten dan Kota Malang, hal ini ditambah dengan kondisi geografis wilayah Kecamatan Singosari, yang berbukit-bukit. Sehingga potensi gangguan ancaman kamtibmas di Singosari dinilai cukup besar. Apalagi beberapa kasus penangkapan terorisme juga pernah dilakukan di Singosari.

“Kalau secara umum, kondusifitas wilayah kecamatan Singosari saat ini aman-aman, bahkan tindak kriminalitas cenderung menurun, hal ini berdasarkan ANEV (Analisis dan Evaluasi) pada bulan Desember kemarin. Namun memang memasuki tahun politik yang mana pelaksanaan Pileg dan Pilpres sudah di depan mata, kami, Muspika Singosari memang menghimbau kepada para Lurah dan Kepala Desa di wilayah Singosari agar meningkatkan kewaspadaan,” terang Kapolsek Singosari, Kompol. Untung Bagyo R, Jumat (08/02/2019).

Menurut Untung, mendekati hari H Pileg dan Pilpres seringkali disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk kepentingannya sendiri dengan membuat isu yang akhirnya membuat resah masyarakat. “Melihat pada kejadian di Jawa Tengah, dan isu santet di Sidoarjo, kami tidak ingin hal seperti itu terjadi di Singosari, oleh karena itu kami antisipasi dengan menghimbau kepada warga masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, melaporkan segala hal yang mencurigakan, namun jangan sampai bertindak diluar batas, seperti melakukan sweaping dan sebagainya,” jelas Kapolsek Singosari.

Penjagaan lingkungan menurut dia, harus melibatkan masyarakat, karena tanpa peran serta masyarakat, aparat keamanan juga tidak bisa berbuat banyak. “Jadi perlu ada sinergisitas antara masyarakat, dan Muspika. Kalau dari kami, intensitas patroli lebih kami tingkatkan, mulai siang sampai menjelang pagi hari, skalanya juga lebih kami perlebar dengan melakukan penempatan para personil diberbagai wilayah, jadi kami menutup ruang hampa. Kenapa? Para pelaku kejahatan biasanya jika melihat keberadaan polisi, cenderung mengurungkan niatnya,” beber mantan Kapolsek Gondanglegi.

Senada dengan Kapolsek Singosari, Danramil Singosari, Kapten (arm). Abdul Kodir, memastikan bahwa saat ini kondisi keamanan di wilayahnya aman-aman saja. “Sampai sekarang, aman-aman, namun mendekati Pileg dan Pilpres, kewaspadaan kita tingkatkan terus, kita tidak boleh lengah,” tegas Abdul Kodir.

Dengan kondisi geografis wilayah Singosari yang majemuk, pihaknya menurut mantan Danramil Karangploso telah melakukan pemetaan wilayah. “Kondisi wilayah seperti Singosari, tentu ada tantangan yang lebih, namun kami telah melakukan pemetaan wilayah, antisipasi penjagaan kamtibmas juga kita optimalkan, misalnya bersama Muspika Singosari, kita lakukan patroli bersama, selain itu anggota kami (Babinsa-red) juga kami siagakan di wilayahnya masing-masing. Tapi kita juga meminta kepada masyarakat agar mengaktifkan Siskamling,” pungkas Danramil Singosari. (diy)