Jelang Pemilu, Forkopimda se Jawa Timur Rapatkan Barisan

SURABAYA, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Semakin dekatnya Pemilu 2019, Forkopimda se Jawa Timur melakukan rapat koordinasi ketertiban dan keamanan di wilayah Provinsi Jawa Timur, di convention hall Grand City, Surabaya, Salasa (06/11/2018).

 

 

Pelaksanaan Rakor Forkopimda di Provinsi Jawa Timur.

GUBERNUR Jawa Timur Soekarwo menyatakan, aspirasi penting untuk membangun kualitas demokrasi. Namun, akan menjadi masalah bila dilakukan dengan mobilisasi massa yang berlebihan.

“Kita minimalisir pergerakan dan aksi- aksi di jalan. Saya minta kepala daerah beserta jajaran Forpimda, secara bersama- sama menampung aspirasi di pendopo-pendopo pemerintah daerah, ” tutur Soekarwo, dalam sambutannya.

Ditambahkannya, kondisi negara sangat ditentukan lebih banyak dari sebuah persepsi. Jika aksi – aksi banyak terjadi, akan muncul persepsi ketakutan, ketidaknyamanan dan ketidak pastian.

“Kalau itu terjadi, politik mengalami goncangan. Karenanya, harus dihindari, diminimalisir secara berjenjang di setiap lapisan masyarakat,” lanjut Gubernur Jatim di hadapan peserta rakor, Walikota, Bupati, Forpimda, Camat, Danramil serta Kapolsek, Ketua DPRD, KPU dan Bawaslu se Jawa Timur.

Soekarwo mengingatkan, proses demokrasi membawa dampak kepada ekonomi negara.

Kejatuhan perekonomian, seringkali dikarenakan kualitas SDM yang emosional, kualitas kesehatan rendah, kualitas infrastruktur rendah dan leadership yang tidak bisa memberi kenyamanan.

“Ekonomi itu persepsi, belum tentu fakta.  Sehingga issue atau informasi yang tidak jelas, (hoax) dapat mengguncang sendi – sendi ekonomi, ” lanjut Pak De Karwo,

Gubernur yang sudah menjabat untuk kedua kalinya ini, mendorong kepada jajaran birokrasi pemda, Polri dan TNI, untuk mengembangkan dan menghidupkan solusi kultural. Budaya dialog damai sebagai jalan yang harus ditempuh.

Walikota Malang Sutiaji, yang hadir dalam rapat  tersebut, merespon pesan kondusifitas dari Gubernur Soekarwo. Menurutnya, pesan Gubernur Jatim tentu menjadi komitmen Kota Malang.

“Kondusifitas Kota Malang, tercatat terbaik secara nasional. Bahkan diakui dunia internasional, pada agenda konferensi jejaring kota- kota kuat dan kondusif di Atalya Turki waktu itu (tahun 2017),” tutur Pak Ji, sapaan akrab Walikota Malang.

Ia menambahkan, langkah upaya membangun kondusifitas dan sinergi gerak, tidak sebatas di lingkup Kota Malang, tapi sudah mencakup Malang Raya. “Semangat kebersamaan seperti itu yang terus kita dorong dan kuatkan, ” pungkas Walikota Malang, yang hadir bersama Dandim Letkol Nurul Yakin, Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, jajaran Camat, Kapolsek, Danramil se Kota Malang, Kabag Pemerintahan dan Bakesbang Kota Malang.  (ide)