Jelang Idul Fitri, Stok Sembako Aman, Harga Stabil

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Meski sekarang sedang pandemi COVID 19, namun masyarakat tak perlu panik, apalagi sampai melakukan punic buying (membeli secara berlebihan) kebutuhan pokok. Sebab, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, ketersediaan sembako di Kabupaten Malang, Jawa Timur, aman. Harganya pun masih stabil.    

 

Kondisi pasar masih stabil

 

Dr. Agung Purwanto, MSi.

HAL INI disampaikan  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Dr. Agung Purwanto, MSi usai memantau ketersediaan sembako dan harga di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Malang, Jumat (15/05/2020) siang. “Saya dan teman-teman  baru saja memantau  stok sembako dan harga di sejumlah pasar tradisional. Alhamdulillah, stoknya masih aman dan hargnya pun masih stabil. Bahkan harganya ada yang turun, ” katanya.

Untuk stok sembako, mantan Kepala Bagian Perekonomian ini menjelaskan, ketersediaan gula pasir masih 1.139,3 ton. Minyak goreng sebanyak 3.894 ton. Telor sebanyak 6,8 ton. Garam masih 95.995 kg. Beras 29 ton. Tepung sebanyak 671.000 kg.   “Jadi, stok sembako untuk  Idul Fitri dan setelah Idul Fitri aman. Hanya saja harga gula masih di kisaran Rp 16.000 per kg,” terangnya.

Dengan masih melimpahnya sembako di Kabupaten Malang,  Agung yang juga pernah menjabat Staf Ahli Bupati Malang Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan ini menghimbau masyarakat supaya tidak panik, apalagi sampai punic buying (membeli secara berlebihan).

“Apalagi di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, dan akan diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Malang Raya, saya harap masyarakat tetap tenang. Tidak usah panik. Tidak usah membeli sembako secara berlebihan. Karena stoknya aman, dan harganya stabil,” tandasnya.

Karena stok aman, dan harga stabil, Disperindag Kabupaten Malang menilai belum perlu melakukan operasi pasar. Apalagi beberapa waktu lalu juga sudah dilakukan operasi gula pasir.  (bri/mat)