Jalur Lintas Selatan Kabupaten Malang Dilanjutkan

DPUBM Siapkan Konsep Pembangunan Jalan Kolektor

TABLOIDJAWATIMUR. COM – Untuk percepatan pemerataan perekonomian di jalur selatan Pulau Jawa, Pemerintah Pusat Republik Indonesia mengebut kelanjutan pembangunan jalan raya JLS (Jalur Lintas Selatan) di pesisir Pulau Jawa. Hal ini terbukti dengan persiapan survey lokasi yang dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah VIII di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu.

Survey pembangunan JLS ke arah Kedungsalam, Donomulyooleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah VIII di Desa Srigonco, Bantur.

KETIKA dikonfirmasi oleh awak media, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kabupaten Malang, Romdhoni membenarkan bahwa pembangunan JLS akan dilanjutkan dalam waktu dekat ini. “Benar, pihak Balai Besar telah melakukan melakukan survey lokasi kemarin. Pembangunan ditargetkan bulan depan, sepanjang 22 Km,”terang Kadis PUBM Kabupaten Malang, Senin (16/7/2018).

Menindak lanjuti akan diteruskannya pembangunan JLS dari koridor tengah yang meliputi Kecamatan Bantur hinga koridor barat yang areanya dimulai dari KecamatanPagak, DPUBM telah mempersiapkan konsep pendukungnya. “Kita kan harus bersinergi dengan program dari Pusat, upaya pemerintah pusat yang sudah seperti itu, tentu harus kita ikuti dengan maksimal, untuk itu kita telah memetakan dan melakukan konsep untuk mendukung upaya pemerintah,”jelas Romdhoni.

Kadis PUBM Kab Malang, Romdhoni.

Menurut Romdhoni pihaknya mempunyalangsung ke jalan nasional. “Prioritas kita adalah meningkatkan standard jalan dari jalan lokal menjadi jalan kolektor, sehinga bisa dilalui kendaraan seperti bus dan truk, dengan begitu diharap nanti bisa mendongkrak roda perekonomian bagi masyarakat sekitar,”jelas Romdhoni.

Ada alasan mengapa jalan kolektor yang nantinya dibangun oleh Pemkab Malang harus bisa dilalui bus dan truk, karena bertujuan untuk pengembangan sektor pariwisata dan perikanan di Malang selatan. “Yang menjadi unggulan di Malang Selatan kan pariwisata pantai dan perikanan, makanya jalan kolektor harus bisa dilalui bus dan truk,” bebernya.

Kadis PU BM Kab Malang menambahkan konsep jangka panjang yang saat ini disusun ini adalah menjadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bromo Tengger Semeru (BTS) nabtinya langsung bisa mengakses JLS di pesisir Malang Selatan. “Jadi nantinya jalan kolektor dari KEK BTS akan tembus sampai Turen dan kemudian langsung ke JLS koridor timur di Sumawe,” papar Romdhoni.

Pengerjaan proyek tersebut rencananya akan disesuaikan dengan pengerjaan Balai Besar dalam meneruskan JLS. “Berbeda dengan Pusat, kalau kami kan menyesuaikan dengan anggaran yang ada, jadinya pengerjaannya bertahap. Jika memungkinkan kita akan menambah jalan baru, jika anggaran tidak mencukupi maka kita akan mempertahankan kondisi jalan sambil juga meningkatkan standar mutu jalan yang ada,”pungkas mantan Kadis DCKTR Kab Malang. (diy)