Jalur Lintas Selatan Dibangun Bulan Depan

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Pengerjaan sambungan Jalur Lintas Selatan ke arah barat dari Kecamatan Bantur hingga Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, yang rencananya akan dimulai bulan depan, hal ini disambut baik Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Dewantara, Rabu (11/10/2018).

 

Jalur Lintas Selatan ke arah barat dari Kecamatan Bantur hingga Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

 

Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Dewantara.

KEPADA awak media Made menyampaikan, jika memang JLS sudah tembus sampai Kecamatan Donomulyo, tentunya jalur antara Pantai Balekambang di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, dan Pantai Ngliyep akan di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo akan terhubung dalam satu jalan lurus. “Dari segi pariwisata tentunya ini akan semakin baik, akses wisatawan akan semakin mudah, dan akan banyak pantai wisata baru yang bisa di ekplorasi nantinya,”terang Kadis Parbud Kabupaten Malang.

Jika nantinya JLS sudah menghubungkan antara Srigonco, Bantur dengan Kedungsalam, Donomulyo, setidaknya ada nantinya aka nada 7 spot pantai yang bisa dijual kepada para wisatawan seperti Pantai Jembatan Panjang, Kondang Merak, Kondang Iwak, Selok, Banyu Meneng, Pantai Wulung, dan Teluk Bidadari.

“Kami sudah mempersiapkan konsep promosinya, nantinya pantai-pantai di sepanjang JLS mulai dari Sendang Biru sampai Ngliyep akan terintegrasi dalam agenda wisata tahunan yang saat ini sudah berjalan, yakni Malang Beach Festival. Dengan bertambahnya spot wisata pantai yang baru tentu semakin baik karena akan memperkuat tag line kita, Malang Beach Festival, tinggal nanti mengemas dari spot-spot tersebut apa nilai lebih yang bisa dijual,”jelas Made.

Dengan adanya JLS di pesisir Pulau Jawa, tentunya akan membuat Kabupaten lain semangat untuk mengeksplorasi kawasan pantainya untuk dikembangkan menjadi daerah wisata, seperti Kabupaten Blitar dan Lumajang. “Kompetisi jelas aka nada, dan itu adalah hal yang sehat, namun dengan tag line Malang Beach Festival yang belum dipunyai oleh daerah lain, kita nyakin, bahwa stigma wisatawan, wisata pantai di Jawa Timur itu adalah Kabupaten Malang. Kita punya Mondangan di Donomulyo sebagai aset nasional untuk kejuaran paralayang,”beber pria asal Pulau Dewata ini.

Pihak Disparbud Kab Malang sejatinya selama ini sudah gencar melakukan promosi terkait dengan tujuan Kabupaten Malang menjadi daerah wisata unggulan di Jawa Timur, bahkan nasional, namun terkesan jika promosi yang dilakukan selama masih kurang menggigit, hanya sebatas pada seremonial acara, Made pun tak menampik hal tersebut. “Memang ada sedikit kendala, tugas kita sebenarnya memang adalah melakukan kegiatan dalam bentuk promosi kegiatan, bagaimana kita bisa membuat suatu acara yang mendatangkan orang untuk bisa datang. Sayangnya seringkali follow up dari acara tersebut sering mandeg. Kita tentunya tidak bisa berkerja sendirian, perlu keterlibatan berbagai pihak untuk memajukan daerah wisata untuk bisa menimbulkan multiple player effects, sehinga akhirnya kesejahteraan masyarakat meningkat,”urai Made.

Terpisah dengan Kadis Parbud, Dirut PD. Jasa Yasa, Achmad Faiz Wildan selaku pengelola Pantai Wisata Balekambang dan Ngliyep, juga menyambut gembira pembangunan JLS ke arah barat. “Bagus dong, antara Ngliyep dan Balekambang bisa menyatu, selama ini masyarakat jika ke Balekambang, hanya ke Balekambang saja, dan pantai sekitarnya, tidak ada yang mau ke Ngliyep, karena jaraknya terlalu jauh, jalannya harus memutar, dengan terintegrasi dalam JLS, saya percaya, pengunjung kedua tempat bisa naik,”ucap Wildan.

Bahkan menurut pria berkaca mata ini, bukan tidak mungkin nantinya akan digunakan tiket terusan, Pantai Balekambang – Ngliyep. “Paginya datang ke Balekambang, sorenya ke Ngliyep, jangan salah, Pantai Ngliyep dalam bulan tertentu adalah salah satu spot terbaik di Indonesia untuk menikmati sunset,”pungkas Wildan. (diy)