TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Alat berat didatangkan untuk membangun jalan alternatif di Dusun Druju RT.02 RW.08, Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pasca ambrolnya jembatan diterjang banjir.

Jalan Darurat Selesai, Mobilitas Warga Pondokagung Normal

Kondisi jembatan di Dusun Druju RT.02 RW.08, Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang ambrol terkikis arus air, Rabu (06/01/2021) lalu.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Mobilitas warga Dusun Druju, Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mulai normal, menyusul dibangunnya jembatan dan jalan darurat. Sebelumnya, jembatan di dusun ini runtuh setelah diterjang banjir, Rabu (06/01/2021) lalu.

 

Alat berat didatangkan untuk membangun jalan alternatif di Dusun Druju RT.02 RW.08, Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pasca ambrolnya jembatan diterjang banjir.

 

CAMAT KASEMBON, Kasiyanto, menjelaskan, paska bencana alam (banjir) yang mengakibatkan jembatan amblas (runtuh), Rabu (06/01/2021) lalu. “Setelah kunjungan kerja Bapak Bupati Malang, Jumat (08/01/2021) di Dusun Druju, Desa Pondokagung, dilakukan pembangunan jalan dan jembatan darurat,” katanya, Sabtu (23/01/2021) siang.

Jembatan darurat hanya untuk kendaraan roda dua.

Hasilnya, mobilitas warga Desa Pondokagung sudah berjalan normal. Perekonomian masyarakat juga ikut normal dan lancar. “Jalan alternatif yang dbangun, dikhususkan untuk kendaraan roda empat. Sedangkan roda dua melawati jembatan sementara yang terbuat dari bambu. Jembatan hasil swadaya masyarakat ini melintang di atas jembatan yang runtuh,” jelas camat.

Jalan alternatif hanya untuk kendaraan roda empat.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur kawasan Malang barat, mengakibatkan bencan alam, Rabu (06/01/2021) petang, sekitar pukul 17.10 WIB. Sebuah jembatan di Dusun Druju RT.02 RW.08, Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ambrol terkikis arus air.  Akibatnya, sebanyak 6.858 jiwa penduduk di desa tersebut terisolir.

Camat Kasembon, Kasiyanto.

Camat Kasembon, Kasiyanto, menjelaskan, sejak pukul 15.45 WIB, hujan lebat mengguyur kawasan Kecamatan Kasembon. Sekitar pukul 16.30 WIB, volume air Sungai  Druju yang melintas di Dusun Druju RT.02 RW.08,  Desa Pondokagung,  Kecamatan Kasembon,  mulai mengalami peningkatan.

Muspika Kasembon mencoba jalan alternatif yag baru saja dibangun.

Sekitar pukul 17.10 WIB, elavasi air semakin meningkat, dan mulai menggerus pondasi jembatan Druju yang menjadi  akses menuju Desa Pondokagung.  Sekitar pukul 17.46 WIB, jembatan mulai miring,  dan sebagian sudah ambrol.

“Pukul 17.49 WIB, jembatan sepanjang kurang lebih 15 meter tersebut amblas semuanya. Akibatnya, akses menuju Desa Pondokagung tertutup total,” jelas Camat Kasembon, Kasiyanto seraya menambahkan hingga pukul 18.50 WIB, hujan deras disertai petir masih mengguyur Dusun  Druju.

Meski jembatan ambrol, dan akses warga keluar masuk desa terputus, namun tidak ada korban jiwa  dan luka berat dalam musibah tersebut.  “Yang rusak hanya jembatan sepanjang lebih kurang  15 meter. Jembatan ini dibangun tahun 2015,” kata Kasiyanto.  (iko//mat)