Jaga Kualitas Tuna, Dinas Perikanan Kabupaten Malang Bina Nelayan

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kabupaten Malang, Jawa Timur menjadi  salah satu penghasil ikan tuna  terbesar di nusantara. Hasil tangkap tuna tahun 2017 sebanyak 601,48 ton. Tahun 2018 naik menjadi 1.073,53 ton. Untuk meningkatkan mutu hasil tangkap, Dinas Perikanan giat melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada para nelayan.

 

 

Nelayan membawa ikan tuna di TPI Pondok Dadap, Sendangbiru, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

KEPALA Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Ir. Endang Retnowati menyampaikan, ikan tuna masih merupakan produk unggulan Kabupaten Malang. “Tuna produk unggulan kita. Namun kualitasnya perlu ditingkatkan,” katanya, Senin (08/04/2019) lalu.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Ir. Endang Retnowati.

Menurut Bu Atik —sapaan akrab Endang Retnowati— kualitas hasil tangkap perlu ditingkatkan, karena jika produksi banyak namun mutunya kurang bagus, tentu akan mempengaruhi harga jual.

“Untuk itu, kita, bekerjasama dengan pemerintah pusat maupun provinsi, melakukan pendampingan kepada nelayan bagaimana menjaga kualitas hasil tangkapan. Misalnya di darat, dengan bantuan dari pemerintah pusat kini di Sendangbiru sudah ada coolstorage. Selain di Sendangbiru, kita juga punya di Turen,” jelasnya.

Namun yang tidak kalah pentingnya, agar kualitas hasil tangkap ikan tuna tetap terjaga, adalah bagaimana perlakuan paska tangkap sewaktu di laut. “Untuk menjaga kualitas, tidak hanya dilakukan sewaktu pendaratan, namun bagaimana perlakuan nelayan paska tangkap di laut. Kebersihan kapalnya harus dijaga, kemudian pengawetan dengan memakai es juga harus diperhatikan. Hal ini yang kita lakukan pendampingan melalui sosialisasi dan penyuluhan secara simultan kepada nelayan,” papar Atik.

Untuk menjaga kelestarian ikan tuna sebagai primadona Kabupaten Malang, Dinas Perikanan menghimbau kepada nelayan agar tidak melakukan penangkapan secara besar-besaran.

“Hal itu selalu kita sampaikan melalui sosialisasi atau penyuluhan. Sekali lagi, yang penting menjaga mutu. Kami juga menghimbau kepada nelayan agar tidak menangkap baby tuna yang masih kecil-kecil,” tegasnya. (diy)